Friday, September 16, 2016

Jalan - Jalan Keluarga Ke Singapura - Part 4 ( Day 4 - Singapore Zoo & Garden by The Bay)

Day 4






Semalam kami berdoaaaaa banget gendhis besok pagi panasnya turun. Alhamdulillah, udah mendingan. Walau masih lemes dan mau-nya dipelukin terus. 

Jam 9 kami sudah cantik dan ganteng. Siap untuk ke Singapore Zoo. Yeay!!! 
Sebelumnya, kami mampir sarapan di (maaf lupa ini nama restonya apa) letaknya tidak jauh dari hotel kami. Sudah bersertifikat Halal Singapore, dan pagi itu cukup banyak orang yang makan disana. Sepertinya resto ini cukup favorit. 

Saya pesan nasi lemak (boooo... udah 4 hari makan nasi lemak teyus) dan Airen pesan lontong-laksa. Rasanya? biasa ajah agak kurang bumbu. Emang nggak ada yaaa yang bisa ngalahin nikmatnya masakan indonesia deh. 

Kelar makan, eeeeh ternyata diluar hujan. Sesuai petunjuk dari Mas Resepsionis hotel, kami naik MRT sampai station ... (Bukit panjang kalo gak salah.. duh maaf saya lupa), lalu nyambung bus 171. Lumayan lama juga nih nunggunya, sampe nanya ke orang sebelah apakah bus nomor sekian lewat sana apa nggak. Untunglah akhirnya bus datang. Pas udah naik, saya bilang ke bapak supirnya mau turun di Mandai Camp 2 ealaaaaah ternyata kita salah naik boooo! harusnya ke arah yang sebaliknya. Tetoooot. Mana udah nge-tap kartu lagi! Pas mau turun, sopirnya malah menjalankan bus. Tapi kemudian berhenti agak kedepan dan kami boleh turun. Seperti biasa, kalo udah begini2 pak suami pasang tampang manyun mode on. "kamu gimana sihhh?" yaelahhh meneketehe.. saya kan bukan orang sonoooo! Lalu kami pun nyebrang, stroller dilipet, gendhis digendong, naik tangga karena ga ada eskalator. Sampai di sebrang, saya makesure lagi lihat papan pengumuman bahwa bis emang beneran lewat tempat yang dijtuju. 








Dari halte tujuan selanjutnya, kami nyambung lagi Bis 926 yang berhenti di depan Singapore Zoo. Ternyata... cukup jauh juga letaknya dari penginapan kami di Bugis. Kelihatannya sih kayak di pinggir kota. Karena pas udah deket, pandangannya pohon pohon doang dan ga ada apartemen. Buat mommies yang bingung mau naik apa dari penginapannya, cuss buka www.streetdirectory.com yang bisa langsung ngasih tau kalo kita mau kemana dan naik apa. Komplit!

Ahhhhh akhirnya kami tiba juga di Singapore Zooooooo.... yeayy!!! sebelum masuk, kami beli makan buat gendhis. Again... nasi lemak! Soalnya di resto tadi dia ga mau makan huhuhu...

Selanjutnya, kami harus men-scan barcode yang ada di print-an invoice pembelian di mesin pencetak tiket yang terletak di pojok sebelah kanan dari pintu masuk. Nggak sampe semenit, tiket udah langsung tercetak. Canggih amat nih mesin!







Kami pun masuk ke dalam yang disambut dengan hewan... saya lupa namanya! menggantung diatas pohon seperti monyet dengan ukuran yang lebih kecil. 




Oh iya, di depan gerbang tadi kami diberikan kertas berisi map singapore zoo, jadwal pertunjukan, atraksi, dan feeding time. 

Gendhis dari awal masuk udah ngerengek-rengek mau naik kuda poni. Sambil menunggu pony ridingnya beroperasi (karena ada jam-jam nya) kami pun berkeliling dulu. 

Kami melewati sebuah jembatan panjang yang langsung diterpa sengatan matahari. Panas banget! di kanan kami ada beberapa ekor orang utan yang lagi main sambil teriak-teriak mengeluarkan suara khas nya. Lalu di bawah. tampak buaya segede sampan lagi selonjoran. Kalo nggak karena panas yang super menyengat, mungkin kami berdiri lebih lama disitu. 

Maju lagi... kanan kiri kami tampak hewan-hewan di dalam kandang. Singapore zoo dibagi menjadi beberapa bagian. Dan kalo udah capek jalan, kami bisa naik tram dari satu zona ke zona lain. 

Nggak kayak taman safari indonesia Cisarua Bogor, disini semua hewan ada di dalam kandang. Tidak ada yang dilepas bebas di area pengunjung. 

Oh iya, tiket kami sudah include dengan tram. Jadi pas capek, dan jalan ke tempat kuda poni masih agak jauh, kami pun memutuskan buat naik tram. Karena panas, kami juga membeli minuman segerrrrr dengan kemasan lucu banget panjang seperti pedang didalamnya ada sedotan yang juga cukup panjang. Sayang nggak bisa di refil. Ketika naik tram, stroller nya kudu di lipat dan diletakkan di dalam tempat yang telah disediakan. 

Kami pun bergegas menuju tempat dimana aktivitas pony riding berada. Harga tiketnya 6SGD sekali naik. Kirainnn kudanya beneran kuda pony, ternyata bukan jenis pony yang imut namun kuda besar kayak yang buat narik delman... hehehehe. Satu kali putaran sebentar banget, nggak sampai 4 menit. Waaah beda jauh sama kalo naik kuda di Giant Bintaro, 25rb udah dua putaran panjaaaang. Hihihi








Ada pula wet area dimana anak-anak bisa main air, tapiii nggak ya.. gendhis badannya masih anget! Kami pun bergegas menuju pentas aneka satwa. Eh ndelalah gendhis ngambek lagi, dia gak mau ikut duduk sebab suara-suara lagu kenceng udah mulai berkumandang. Padahal belom mulai apa-apa. Dibujukin pun malah nangis, begitu pertunjukan mulai, saya dan airen nonton aja deh, gendhis milih main di atas. Saya cuma takut dia ilang.... Pertunjukannya so far sama aja kayak di taman safari. Malah kalo di taman safari menurut saya durasinya lebih lama dan hewan yang berpartisipasi lebih banyak



Lanjut lagi, kami pun ke tempat Kangguru. Ada juga tempat indoor buat duduk sambil ngeliatin kangguru di ruangan berkaca yang full AC. Setelah berpanas-panasan, masuk sini enakkkkk bangettt. Gendhis meskipun masih lari-larian bisa kita awasi dengan baik. Kami duduk cukup lama disini, sambil ngemil biskuit, lalu merem saking sejuknya hehe. Enggak lama... gendhis pun bobo beneran di stroller, airen bobo, mata saya juga ketap ketip. 

Merasa cukup istirahat, kami pun lanjut jalan lagi. Ada kolam berisi sekawanan pinguin dan singa laut. Ada juga jerapah, zebra, dan unta. Kalau dari segi ukuran, areanya kayaknya sebesar ragunan atau batu secret zoo. Tampaknya saya sudah berjalan amat jauh, tapi kalo lihat map kok kayaknya di situ-situ aja hehehe





Bangun tidur, gendhis kami ajak nonton pertunjukan drama gajah. Karena hari itu cukup rame, jadi agak gak nyaman nontonnya karena sambil berdiri dan kehalang kepala-kepala orang bule yang jangkung-jangkung. So far, buat saya masih lebih bagus atraksi serupa di taman safari. 

So far, kami enjoy jalan-jalan disini. Tempatnya rapi, ga ada sampah, toiletnya juga bersih.ada showernya,  bisa sekalian mandi. Areanya stroller friendly. (saya heran sama ragunan, di sana... perhatiin deh hampir setiap spot selalu ada peringatan / larangan / anjuran untuk tidak buang sampah sembarangan, dan disediakan banyak tong sampah, tapiiii sejauh mata memandang teteeeup aja sampah-sampah berserakan, belom lagi pengunjungnya yang minim pengetahuan -atau mungkin ga bisa baca?! - jelas-jelas ada larangan memberi makan satwa, tapi saya lihat dengan mata kepala sendiri, masa' kijang disuguhin chiki sama wafer coklat, kan kasihaaaan dikasi makanan yang gak sesuai. trus bungkusnya langsung dilempar gitu aja ke dalam kandang) fyuhhh.. mirisss 

Menurut saya, once in a lifetime boleh lah berkunjung ke Singapore Zoo. Tapi on top of that, in my personal opinion, tempat ini masih kalah bagus sama Taman Safari Cisarua Bogor. Selain lebih luas, kita nggak perlu bayar ekstra tambahan untuk lihat koleksi hewan lautnya kayak Safari River Singapore. Plus bisa lebih dekeeeeet sama hewan karena nggak melulu lihat dari luar kandang, bahkan kita bisa sambill kasi makan wortel untuk hewan-hewan tersebut. 





Pulangnya, instead of ngeteng bus kayak tadi pagi, keluar pintu singapore zoo saya langsung mencari stand SAex (Singapore Attraction Express)bus. Bus ini langsung menuju ke hotel-hotel keren di kawasan kota singapore, salah satunya orchard road. Beruntung, pas kami datang sekitar jam 5 sore, bus nya belum berangkat, dan itu adalah bus terakhir. Dengan membayar 6SGD per orang dewasa (gendhis gratis) kami langsung duduk manis dan merem sepanjang perjalanan. Hingga kemudian turun di Dhobby Ghout station. So, buat yang mau ke Singapore zoo, saya rekomendasiin buat naik bis ini, lebih praktis. Tapi kita juga harus tau itu bis berhentinya dimana aja. Lengkapnya bisa diintip disini

Tujuan kami selanjutnya tidak lain dan tidak bukan adalah Children Garden Playgrund di kawasan Garden By The Bay. WoooHoooo

Children Garden Playgrund HOW TO GET THERE?
Dari dhobby Gout naik MRT ke arah Marina Bay, lalu ganti ke Garden by the Bay. 
atau... Naik MRT ke Marina Bay Station, lalu naik bus 400 ke Gardens By The Bay 
saran saya, pilih petunjuk yang pertama, karena saya mengikuti petunjuk yang ke 2 dan sukses salah arah plus jalan kaki jauh bingiiiiiit sampe menyebabkan manyunnya dua orang kesayangan. 

Menurut petunjuk yang saya dapat, berjalanlah ke arah Flower Dome (rumah kaca raksasa), dan belok kanan sebelum rumah kaca menuju Children Playground. Children Garden terletak di belakang Cloud Forest

Kami sempet nyasar masuk ke Marina Bay Sands, Gedung kaki tiga (minuman kali... kaki tiga, hahaha) yang mewahhhhh bangetssss. Ngelihat ceiling sama lampu diatasnya aja udah kerasa intimidating amat, hahaha.  Punya 2.561 kamar hotel, dengan biaya pembuatan 8 miliar dolar singapura (ya ampun duit semua tuh?). Salah satu fasilitas keren disini adalah Sands Sky Park yang punya kolam renang tanpa batas "infiniy edge" dimana batas kolam renangnya sengaja dirancang supaya nggak terlihat, dengan panjang sampai 150 meter, dan merupakan ruang menggantung terbesar di dunia. Tingginya 191 meter diatas permukaan tanah. Ck ck ck... Kapan ya, ada yang mau bayarin kami nginep disiniiii hohoho. 



source: panoramic.com



Terus pas saya nanya ke mas-mas penjaga "where is the giant tree?" eeehh saya diketawain hahahha! "you want to go to giant tree?" sambil nyengir, bingung kali ya dia ada orang kamseupay yang jalan-jalan ke singapore nyariin giant tree, tapi baik sih, terus dia ngasih tau saya detail arah kesananya. 

Then.. here we goooo! 
pas kami masuk, pas banget ada daily free show called OCBC Garden Rhapsody at 07.45 and 08.45 pm dimana lampu-lampu giant tree berkelap kelip cantik diiringi lagu-lagu yang kekinian.

Di area ini, papan petunjuk untuk ke area children playground lumayan banyak, jadi jangan takut hilang arah. Dannnn bener aja looh! malam hari, When the lights were on, the waterplay area looks amazing. Lampu warna warninya keren banget plus pancuran air ada banyak dan macam-macam.




Berikut tips kalau mau kesini, courtasy by Mba Tesya yang saya copy plek ketikplek (ijin ya Mba...) 

My advice: bawalah baju renang, peralatan mandi dan baju ganti. Agar sempat bermain disini
1) Come at around 5 pm to avoid the heat
 We started our walk from The Dragonfly lake, took the escalator and walked passing a bridge with beautiful view to the Singapore Flyer and the two conservatories in Gardens by The Bay.
 
2) Bring your kids swimming gear (swimsuit, towel, toiletries)
The waterplay area is the highlight of this Children's Garden. So make sure you bring all the things for your kiddos. There's also a changing room near the waterplay area

 3) Stay until dark at Gardens By The Bayto see OCBC Garden Rhapsody

 Sayang gendhis lagi sakit, kalo nggak pastk dia udah lari-larian di wet area. Sebagai gantinya, dia asyik main trampoline, perosotan, kuda-kudaan dan jungkat jungkit di dry area, while sama saya airen menikmati hot dog dan milk shake. Yum!









Terakhir sebelum pulang, kami pun foto-foto narsiss sampe pegel. Thanks to tripod baru nya Airen plus remote. karena kami bisa tetep foto2 ber 3 dengan beragam latar belakang yanv terekam dengan baik, nggak melulu isi-nya muka kayak kalo pake tongsis hehe. 

Trust me, ini pemandangannya cantik banget terutama di dekat giant tree dan gedung Marina Bay Sands




Lelah? Pasti.....
Seneng? Bangeeeeeeeeeeeeeet... (ga mau pulang)

Kami pun pulang naik MRT dari lantai dasar The Shopee (ini sama dengan rute hari pertama kami).



Karena ini malam terakhir disini, sebelum nyampe hotel, kami melipir sebentar ke sebuah cafe yang jual korean dessert. Dari hari pertama, kami udah penasaran luar biasa karena tempat ini selalu penuh dan ngantri. Kebetulan, karena hari itu sudah cukup larut, sehingga kami bisa dapat tempat duduk. Pas mau mesen, eeehh gendhis udah ngerengek minta pulang. Capek berat doi, dan emang masih nggak enak badan. Kami pun akhirnya pesen untuk take away. Best sellernya adalah durian snow ice, dan di buku menunya tertulis duriannya kualitas terbaik, disajikan utuh dan fresh. Yummmmmm. Ngiler banget.. no wonder ini cafe ngantrinya lumayan gila-gila-an. tapi sayang ada regulasi di hotel kami nggak boleh bawa durennnn jadinya kami cukup happy dengan memesan mango snow ice aja (which is katanya best seller juga).

Letaknya di sepanjang jalan, arah beach hotel. Kalau sabtu-minggu malam jalanan ini ditutup dan pure buat jadi pusat jajanan serba ada. Dan banyak penduduk lokal maupun turis kongkow disini.

Sampai di penginapan, badan sudah remuk redam. Gendhis saya ajak bersih-bersih, lalu minum susu dan langsung terlelap. Saya dan airen pun serta merta menikmati korean dessert tersebut. Asliiiiiiiii enakkkk bangettttttttt. Mangga-nya fresh dan manis. Potongannya pun cukup gede-gede. Terus snow ice-nya kayaknya terbuat dari susu plus sirup. Endesss!


Maaf ya... nggak ada fotonya. Udah tak berdaya mau motret, dan nggak bisa nahan lagi lihat mango yang tempting minta dilahap.

No comments:

Post a Comment