Showing posts with label ergobaby. Show all posts
Showing posts with label ergobaby. Show all posts

Thursday, June 25, 2015

Review Ergo Baby 360 (pssst... versi rep.lika 😛)

Hola,
Sebenernya ini postingan sudah di draft dari 3 bulan yang lalu. Tapi selalu adaaaa aja halangan buat menyelesaikannya. Entah sibuk atau lagi dateng aja malesnya *jadi malu*

Beberapa bulan berselang setelah saya beli ergo baby kw (beli kw malah bangga...haha nasib emak-emak budget terbatas tapi pengen gaya) ada spoiler kalau ergobaby ngeluarin versi baru yang punya fitur bisa gendong baby di depan, dan babynya menghadap ke jalan.

gendongannya keren yessss


Awwww... tergoda sekali hati ini! Rumornya, bentuknya agak mirip sama Beco Gemini, salah satu gendongan yang masuk wishlist saya gara-gara dipake sama Dian Sastro ( sukses ya kamu mbak dian, bikin saya mupeng...) dari sisi fungsional saya naksir karena bisa gendong baby nya hadap ke depan. Pasti gendhis bakalan suka tuh, digendong kayak gitcuuu. Tapi apa mau dikata, harga-nya diatas dua jeti daaaan kok nggak muncul-muncul versi replika nya dengan harga lebih affordable ya (pertanyaan hati emak-emak perhitungan budget terbatas)

Sampai suatu hari, pas lagi jalan-jalan di Gancit, kami cuci mata masuk ke Bird n Bees. Wooooootttt *berbinar-binar* ergo baby 360 yang sebelumnya cuma saya lihat di web resmi ergo ternyata sudah masuk ke Indo. Ada dua warna, hitam dan putih dipajang di rak bagian depan. Sungguh sangat mencolok mata dan mengundang perhatian. Begitu lihat tag harganya... langsung kecolok beneran!!! hahaha.... *dalam hati saya bilang: "nabung aaahhh, biar bisa beli yang kayak gini"* kemudian diam, lalu bergumam lagi *"tungguin aja aaah... ntar juga ada versi replicanya"* *emangdasaremak-emakogahrugi.com*



Sambil melakukan dialog intrapersonal, saya sambil lihat, pegang, n coba barangnya. "Duuuh, bagus amat si...." tapi kemudian agak turn off pas tau kalau tali pinggangnya, instead of pake buckle yang gede, dia justru pakai velcro. Pas dicobain... agak ribet sih, krn velcro nya nempel-nempel dan berasa kayak pakai stagen aja gitu.... mungkin karena masih baru coba-coba dan saya masih belum terbiasa ya. Memang ada buckle-nya juga untuk pengaman, tapi ukurannya lebih kecil. Ukurannya sendiri hampir sama dengan ergo klasik tipe sebelumnya, bahannya pun mirip. Bisa dibilang, pembeda utamanya hanya pada fitur anak hadap jalan dan pemakaian velcro. 

Terus, lihat ig-nya Titi Kamal dia posting foto pas gendong Baby pake Ergo 360. Makin mupeeeeeeng... *duh nyari-nyari fotonya nggak nemu nih, padahal pengen ditunjukin biar tambah kepengen*


Kalau dari web official ergo, fitur-fitur yang di highlight di ergo 360 adalah sebagai berikut (sekaligus saya bandingkan dengan ergo tipe klasik yg 3 position ya) :

PADDED SHOULDER STRAPS – Membantu untuk membagi beban bayi, kombinasi antara tali pundak dan tali pinggul untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi penggendong. ( Fitur ini kurang lebih sama dengan ergo klasik, bedanya lebar shoulder strap yang bagian atas (pundak) dari ergo 360 agak lebih kecil lantas melebar ke bagian bawah. Kalo menurut saya bagus yg klasik karena kalo padding strapnya lebar jadinya distribusi beban akan lebih maksimal)

EXTENDABLE BACK PANEL – Dapat diposisikan tegak maupun dilipat keluar untuk menopang kepala bayi. Memberikan perlindungan ekstra pada kepala bayi. Jadi kalau mau agak tinggi bagian punggungnya, tinggal menyetel kancing untuk dipanjangkan dan dipindahkan keatas. Buat baby yang masih kecil dan khawatir mendelep, kancingnya bisa di setel ke bawah. (Nah, fitur ini yang nggak dipunya sama ergo klasik, kalau ingin menopang leher / kepala bayi dengan lebih tinggi cuma bisa dengan pemakaian hood. Apalagi untuk baby yang sudah besar / bongsor)




SLEEPING HOOD – Memberikan support kepala ketika bayi tertidur, melindungi dari sinar matahari, dan menambah privasi ketika bayi nenen ke Ibu. Fitur yang paling disukai orang tua. (semua tipe ergo, baik yang klasik ataupun 360, ada sleeping hood / tutup kepalanya)



EVEN WEIGHT DISTRIBUTION – Memberikan kenyamanan bagi penggendong karena beban terbagi secara merata. (sama dengan ergo klasik)

STRUCTURED BUCKET SEAT – Menjaga bayi bisa duduk dalam 4 posisi secara ergonomis, dimana lutut berada pada posisi diatas pangkal paha, tulang ekor membentuk huruf “C”. Selain itu pembagian berat akan dibagi rata sehingga penggendong tetap nyaman.

 (inilah poin utama pembeda utama dengan tipe klasik, adalah kalo yang klasik hanya bisa 3 posisi. Tidak bisa menggendong di depan dan baby hadap jalan). Namuuuun, perlu diingat ya, kalau ergobaby official juga memberikan warning untuk tidak kelamaan menggendong dengan posisi baby hadap jalan. Idealnya 5-10  menit, karena nggak bagus bagi pertumbuhan bayi sebab ia akan mengalami over exposed terhadap lingkungan sekitar dan berdampak kurang baik bagi pertumbuhan baby. 

Kalau baby sudah menunjukkan ekspresi over stimulation seperti maju-maju-in kepala atau goyang kanan kiri berusaha untuk keluar, rewel, maupun ngantuk sebaiknya segera membenahi posisi gendong ke front-inward position yaitu dibalik posisinya jadi menghadap penggendong.

Berikut adalah sekelumit info yang saya ambil dari web official ergobaby terkait posisi gendong front-outward position


We view the front-outward position ('facing out') as a supplemental option for short, active periods and not as the primary carrying method over multiple hours. Now and again, situations arise where parents — and children — prefer this position. Naturally, there is a greater risk of overstimulation than with the 'facing in' position, since the child cannot actively turn away. Yet on the other hand, the ergonomic posture ensures very close body contact that allows parents to actively perceive the signals their children are giving. Parents know their children best and can tell when their child is fussy, tired or "zoned out" and it is time to switch to the 'facing in' or back carrying position. As a manufacturer of comfortable, ergonomic carriers, we want to offer parents a choice of all options for ergonomic carrying. Our goal is to encourage and embrace all parents to wear their babies for as long as possible by giving them a comfortable, healthy way to do so.


Once your baby can see above the front panel of the carrier, has strong head & neck control, and has a natural curiosity to see and interact with the world, they are ready for front-outward carry. We recommend starting with short durations (5-10 minutes) to prevent over-stimulation. If baby shows signs of over-stimulation (zoned out, catatonic, fussy, tired) or sleepiness, just turn them back around to Front-Inward so they can find comfort in their wearer and rest.





EXTRA WIDE VELCRO WAISTBAND – Tali pinggang yang sangat nyaman dapat dipakai pada posisi baik diatas maupun dibawah tulang pinggul tergantung kebutuhan dan memberikan support tambahan pada tulang belakang bagian bawah. 






In my personal opinion, fitur ini buat saya justru kurang nyaman. Karena lebih ribet harus pasang velcro dulu (mempertemukan antar dua bagian yang saling berpasangan) dan kudu pas masangnya, biar nggak miring-miring dan enak dipake. Tapi... bagian velcro yang bergerigi itu terlalu "mereket" apa yah bahasa gampangnya... terlalu gampang nempel, baru bersentuhan sama ujungnya aja udah "plok" nyangkut padahal posisinya belum bener... jadi  mesti diulang lagi make-nya. 

Eits, tapi kalo posisi pemakaiannya udah bener jatohnya nyaman juga kok. Kayak lagi pake stagen.... hahaha jangan-jangan bisa juga nih buat ngecilin perut ala-ala corset exercise nya Kim Kadarshian 




Hal lain adalah, untuk pake ergo 360 dan pada posisi standby menyusui rasanya agak susah ya, kalau ergo klasik kan simply tali pinggangnya agak kita renggangin dikit, turunin posisi gendongan agak ke pinggul sampai mulut baby persis di depan pabrik susu. Jadi tinggal lep... langsung bisa nenen.  Kalau ergo 360 untuk menurunkan posisi tali pinggang ke pinggul rasanya agak pe-er ya, sebab iketan velcronya mesti dibuka semua dulu, lalu dipasang ulang seukuran pinggul, kalau mau aman... anaknya juga ikut dikeluarin dulu dong.

Eh... pas saya baca-baca disini ada beberapa review yang bilang kalau dia nggak punya problem untuk menyusui dalam ergo 360. Katanya nggak perlu buka2 velcro-nya, cukup      dengan merenggangkan tali di bagian kanan dan kiri, nanti baby sudah bisa diposisikan mulutnya tepat di depan gentong susu.

Kekurangan dari ergo baby 360 adalah dia NGGAK PUNYA KANTONG. ada sih, satu kantong kecil diatas, tapi kecil banget... dan cuma cukup buat nyimpen hood biar nggak klewer-klewer. Kalau ergo klasik ada kantongnya besar, bahkan tipe tertentu punya 2 kantong dan ada resletingnya. Berguna buat nyimpen uang, handphone, ataupun peralatan baby lainnya biar nggak berarakan. 

Kekurangan lainnya adalah.... harganya lebih mahal dari ergo klasik. Jadi harus menabung lebih giat, yaaaa!

Untuk melihat cara pemakaian ergobaby 360, berikut adalah link nya (instruction & manual) 

Usia 0 newborn sampai 6 bulan, sudah bisa pakai tapi harus pakai tambahan infant insert (dijual terpisah). Kenapa? karena baby newborn kan kepala / lehernya belum kuat, dan masih mungil... butuh perlindungan ekstra. Di dalam insert juga ada bantalan kecilnya, guna menyangga baby newborn supaya nggak kelelep dalam gendongan.

Saat ini, ergobaby authentic punya 4 varian warna. semuanya kece kece!!!! saya naksir sama yang biru ituuuuu... tp mengapa di mothercare ataupun bird n bees belum tampak yak. 





Sampai di suatu hari....

Hati saya bertambah girang bukan kepalang, bagitu tau kalau ergobaby360 udah ada versi replica nya. Duh, maafkan ya... bukannya saya pro pada pembajakan, tapi somehow kalo kepepet, budget terbatas, tapi butuh gendongan nyaman yang affordable sama kantong... pilihan replica dengan kualitas bagus sungguh menggoda iman dan tidak bisa dihindari. 

Setelah sempat mencari kesana kemari dan menunggu penuh harap harap cemas, akhirnya saya dapat jugaaaaaa ergobabycarrier 360 versi replica. Saat itu yang available ada 3 pcs. Warna hitam semua. Yang satu saya pakai, satu nya lagi dibeli sama teman saya yang udah booking dari lama, sisanya saya lepas ke publik *nyengir*

Sebenernya saya kepincut pengennya warna hijau, tapi belum ada replica nya. So, setelah di pandang-pandang, warna hitamnya juga oke kok, keren dan mudah2an ga gampang kotor. Airen sih suka.

eng ing eng..... Ini dia reviewnya!!!!

Kurang lebih mirip lah sama versi authentic-nya. Bentuk dan Fungsi nya juga sama. bedanya ya resiko beli replica, nggak dapet garansi resmi. Memang nggak plek ketiplek abis-abisan sih sama yang aslinya tapi minor lah menurut saya, kayak bordiran logo agak kurang bold dan warna logo lebih terang dari yang asli. Kalau dibandingin sama harga asli-nya, ini best buy lah.

Jika dibandingkan dengan ergo replica tipe klasik yang saya punya sebelumnya, menggendong dengan menggunakan ergo 360 sama nyamannya. 

Distribusi beban merata ke pundak, punggung, dan pinggang membuat yang gendong nggak merasa cepat pegal. Apalagi gendhis udah makin berattttt... terakhir nimbang 12kg, feeling saya sih udah bertambah lagi deh.  Untungnya, di usia 2thn ini dia sudah lebih senang jalan sendiri. Durasi gendong menggendong udah semakin berkurang. Tapi kalo dia lagi ngantuk atau medan nya sulit kayak pas kita jalan-jalan di Taman Mangrove PIK, yup masuk lagi deh doi ke dalam gendongan. 

Gendhis emang lebih sering digendong sama Airen sih karena model gendongannya yang rada macho dan ga gitu feminim, Ayahnya pede ajah buat gendong bocah ini. Coba kalau gendongan sling atau kain jarit.... mana mau si bapak satu ituuuuu!




Menurut saya, antara ikat pinggang velcro di 360 dan hanya buckle di ergo klasik, pas dipake rasanya sama ajah. Meskipun seperti yang sudah saya singgung diatas, proses make velcro agak lebih rempong.... mungkin karena belom biasa yah.

Anaknya juga tampak nyaman dengan gendongan baru nya ini. anteng aja digendong kesana kemari 

Trus gimana performa "gendong depan hadap jalan" / front-outward position nya?

Kalo kita mau posisi front carry, kancing nya musti di setel dulu supaya posisi duduk anaknya jadi nyaman, yaitu dengan mengancingkannya pada kancing bagian dalam. Jadi tidak terlampau ngangkang, mak! 

Ergo 360 ini di bagian bawah punya kancing-kancing yang harus disesuaikan dengan pilihan posisi menggendong kita. Kalau ergo klasik nggak punya, makanya gak bisa buat gendong front-outward position. Oh iya, kalau ergo 360 hanya bisa menggendong sampai beban max 15kg, hal ini kemungkinan karena adanya kancing di bagian bawah tadi, takutnya kalau baby nya sudah melebihi batas maksimal kancingnya tidak mampu menahan. Sedangkan ergo klasik mampu mengangkat beban lebih berat yaitu hingga 20kg bisa jadi karena bagian bawahnya polos aja tak berkancing.

Sebenernya kalau diamati, fitur seperti ini sudah dimiliki lebih dahulu oleh Beco Gemini. Makanya saya mupeng banget. Tapi sayang, nggak keluar versi affordable-nya. Hiks. Madahal motifnya lucu-lucu lhooo

Kalau menurut instruction ergobaby official, posisi front carry face out ideallnya diperuntukkan bagi baby 5 - 12 bulan, dan dalam durasi tertentu. Kalo kelamaan bisa over stimulation. apalagi kalo baby nya ngantuk, musti ganti posisi yg lebih nyaman.

Begitu kita coba posisi ini ke gendhis... alamak, udah gak cocok!!! Kelamaan siiiih barang ini keluarnya, keburu badan gendhis tambah panjang. Jadi kaki-nya malah klewer-klewer. 






Enak sih nge-gendongnya, walaupun udah berat tetep terasa nyaman. 


Sayangnya, saya belum nemu bayi around 6-12mo yang bisa dicobain untuk menggendong dengan posisi begini. 






Sedangkan untuk posisi back, hip, dan front-inward carry ... rasanya sama dengan tipe ergo classic. Eh, tapi pas gendong belakang kayak gini saya merasa 360 agak lebih nyaman dikit.

Nilai Plus lain dari 360 adalah kantong kecil tempat menyimpan hood nya benar-benar efektif. Ada resleting yang membuat hood bisa tersimpan dengan sempurna, nggak nongol-nongol lagi. Kalau yang klasik, karena nggak ada resletingnya, meskipun sudah dimasukkan ke dalam kantong, hoodnya masih suka nongol-nongol gengges. 

Oh iya, ternyata meskipun bentuknya rada beda dikit sama ergo classic, dia bisa juga dilipet jadi kecil dan masuk dalam sling pouch mommaergo loooowh




Yak, sekian reviewnya ya... 

Kalau masih bingung antara beli ergo 360 atau classic, coba lihat lagi kebutuhan dan preferensi-nya masing-masing. Dengan segala kelebihan dan kekurangan ergo 360 diatas, kalau mau gendongan yang anaknya bisa bebas melihat dunia, dan gak masalah dengan harga yang lbh mahal... let's go for 360.

 Tapiii... kalau yang terpenting adalah gendongan nyaman, gak harus yang bisa gendong anak menggadap ke jalan dan lebih ekonomis, ergo klasik adalah pilihan yang paling tepat.

Hope this review may help you yaaa Mommies *cium satu-satu*

Mau beli nya dimana? 
Coba cek-cek bebi cek #ig: #mommaergo ajah. 
Atau lihat artikel disini, monggo di klik 

Update:
TADAAAAAA!!!!! 
Sekarang ergo 360-nya Gendhis jadi tambah cakeeeeep karena dipakein droolpad/teething pad-nya Mommaergo. Apalagi guwaw paling seneng gigit-gigit tali gendongannya, selain tampilan tambah keren, nggak perlu sering-sering nyuci carrier nya kalo bagian yang digigit kotor... cukup cuci teethingpad nya aja. 

Aduuuh my bebiiii, katanya GTM, tapi kok kalo tali gendongan mau kamu emut-emut sih, Nak? *emaknya bingung*


kayak gini  gendongan Gendhis seteah dikasi teething pad.

ada banyak motif lain yang bisa dipilih. Aselik, lucu-lucu semuaaaaaah!


Update:
Karena banyak yang tanya kalo mau pesen dimana..... Infonya dibawah ini ya:


ORDER;



SMS/WHATSAPP: 0815 957 4050
LINE : MOMMAERGO.ID
INSTAGRAM: #MOMMAERGO

PIN BB: D2240F32
FACEBOOK : MOMMAERGO

Atau Langsuuuuuuuuuung aja cuss kesini!

SHOPEE (Free Ongkir) : ID MOMMAERGO  untuk order pembeli harus download appsnya dulu di appstore atau google play

TOKOPEDIA : ID MOMMAERGO

BUKALAPAK : ID MOMMAERGO

testimonial lainnya bisa lihat disini #MOMMAERGOTESTIMONIAL




Baca juga : 
Dinas luar negeri, tetap memerah ASIP dooong
Catatan Mpasi Emak Males Rempong



Monday, May 25, 2015

Ergo Baby Sling Pouch - Baby Carrier Bag & Pouch




Horraaaaayyyy


Alhamdulillah, seneng banget!


Produk pertama kolaborasi antara LittleBow & Mommaergo akhirnya jadi juga.  Superb!

We prepared it from the scratch,  beneran dari nol banget. Dimulai dengan cari wangsit, utak atik design, cari penjahit yang bisa mewujudkan ide kami (ternyata nggak gampang yaaaaak sempet nyoba ke Tante A, Om B, dll), bolak balik revisi sample, dan ngubek-ngubek pasar cari bahan yang bagus.

Setelah proses selama hampir setahun tersebut (enam bulan pertama progresnya baru sampai tahap "niat" doang hahaha), akhirnya  bulan Mei 2015 

We officially launch our "newborn"  Baby Carrier Sling Pouch!!!!  

Yeaaaayyyy! *tepuk tangan* *tebar konfetti*




Mommaergo pun mengadakan giveaway moment. Alhamdulillah, yang ikutan lumayan banyak dan emak-emak pada antusias ruarrrrrr biasahhh.  Namanya juga emak-emak yes... kalo ada undian, promo, gratisan pasti semangat '45 *ambil kaca, lirik bon undian superindo berhadiah umrah yang lupa disubmit, dan tumpukan lunchbox hadiah Blueband di lemari dapur. Kikikik...*




Mungkin next nya saya harus ngadain lagi khusus buat blog ini kali yak. Ada yang mau kaaaah? Biar ada emak-emak kesasar yang berbaik hati sudi mampir buat baca-in postingan saya yang isinya curhaaaattt melulu. Siapa tau bisa mendapatkan manfaat dari curahan hati tersebut. *amiiiin*

Then, here it is...
Hasil kolaborasi ciamik dari kami. 




Sekarang, baby carrier kesayangan jadi rapi jali dan asik buat ditenteng kemana-mana. Plussss, tas-nya muat diisi dompet, hp, aksesoris, dll semacam multipurpose bag deh. Udah gitu, kalo pas ergo-nya lagi dipake, tas nya bisa dilipet kecil seukuran dompet sehingga bisa muat masuk ke dalam kantong. KECE BADAI ! *ala ala sista ig* 



Pertama kali saya pake pas ulang tahun Baby Aira di Telaga Sampireun, lalu berguna banget sewaktu liburan ke pulau seribu kemarin, nggak ribet dengan ergo baby yang biasanya keleleran berantakan karena nggak ber-wadah.










So, Dear Mommies...
Buat yang merasa happy dengan baby carrier yang dimiliki sekarang, tapi sebel karena kalau lagi nggak kepake justru malah jadi bikin berantakan atau bingung mau disimpan dimana??? 

Mommaergo & littlebow telah mendesign sebuah baby carrier sling pouch yang imut dan multifungsi sebagai tempat menyimpan baby carrier kesayangan sehingga nggak cepat kotor, ringkes, dan awet. Baby carrier kan harganya nggak murah, udah gitu juga bisa diwarisin kalau nanti punya baby lagi.

Keunggulan dari Baby Carrier Sling Bag Mommaergo adalah:

  1. Dapat dilipat menyerupai dompet, dan bisa dimasukkan ke dalam kantung ketika baby carriernya digunakan. simple dan hemat tempat! 



2. Memiliki dua buah kantung ber-resleting sehingga mampu memuat handphone, dompet kecil, uang, kunci, serta beberapa aksesoris kecil bayi lainnya. 

3. Terbuat dari bahan yang tidak gampang kotor 

4. Dilengkapi dengan tali panjang membuatnya gampang untuk diselempangkan ke bahu dalam 2 posisi pilihan yaitu vertikal dan horizontal. 




 5. Dapat juga dijadikan multipurpose pouch ketika berpergian. 


Tersedia berbagai pilihan motif yang menarik looooowh. Bisa dipakai untuk baby carrier merk lain seperti Boba, Beco, Tula, Cuddle Me Carrier yang kalo dilipat ukurannya sama.






Bisa juga buat simpan ergo 360 looowh








Ada yang kepengen? Minat? 




Jangan ragu jangan bimbang, silakan langsung diorder aja. 

Real Pic, Trusted seller, No tipu-tipu, Nggak ada di toko lain :) *kreasi sendiri soalnya*

ORDER: 


SMS/WHATSAPP: 0815 957 4050
LINE : LINE-INGKIE
INSTAGRAM: #MOMMAERGO
PIN BB:  53EC6D16
FACEBOOK : MOMMAERGO

Atau Langsuuuuuuuuuung aja cuss kesini!

SHOPEE (Free Ongkir) : ID MOMMAERGO  untuk order pembeli harus download appsnya dulu di appstore atau google play

TOKOPEDIA : ID MOMMAERGO

BUKALAPAK : ID MOMMAERGO

testimonial lainnya bisa lihat disini #MOMMAERGOTESTIMONIAL










Wednesday, May 20, 2015

Pulau Seribu dan "Kapal Mabok"

Yeaaaay, posting lagi ah...


Weekend dua minggu yang lalu, untuk pertama kali-nya gendhis jalan-jalan nyebrang pulau. Gaya amat ya si guwaw kecil kecil udah berpetualang.

Awalnya, ketika wacana jalan-jalan ke pulau seribu di canangkan sama tante saya si tukang jalan-jalan... langsung dong mendaftar buat 3 orang termasuk gendhis dan airen. Ehh... dua minggu menjelang keberangkatan ternyata airen ada kerjaan workshop keluar kota. Tapi tetep nggak menyurutkan hati buat cuss jalan-jalan, secara udah beberapa kali long weekend cuma muter-muter jakarta doang kan bosyeeeen.

Adalah tradisi untuk plesiran bareng-bareng dengan sebutan "Hadjid Family Trip" supaya keluarga kami tetep kompak dan dekat satu sama lainnya. For sure, I always enjoy our family moment and miss my late Atung & Om Wawan sooo much.
Trip kali ini, satu orang dikenakan biaya 300rb termasuk sewa kapal, penginapan, makan, snorkeling, dan banana boat.

Pengalaman saya jalan-jalan ke pulau seribu sebelumnya adalah sewaktu media trip ke pulau bidadari. Naik kapal cepat, pakai AC, kursi empuk, penginapan ala cottage, dan doorprize dengan hadiah utama mesin cuci satu pintu.


---------

Tibalah hari sabtu. Hari yang seru! Kami bangun jam setengah 4, mandi, beberes shalat, lantas cabcusss ke muara angke. Karena kalo kesiangan katanya kapal bakal penuh dan ombaknya tinggi pulak

O Em Ji!!!! 

Sampai di muara angke dan siap naik ke kapal...saya melongo. Ternyataaaaa kami naik kapal klotok kayu. Bayangan masuk perahu dengan cantik dari dermaga, duduk di kursi empuk, dan disemprot ac yang berhembus pupuslah sudah. Ah,  untuuung pas packing saya memutuskan pake ransel, ga jadi bawa koper dorong 😀😀😀, klo nggak gimana geret nya cobaaaa...




Saya emang kurang berpetualang nih pas masih lajang, ini pertama kali nya buat saya sekaligus gendhis naik kapal klotok. Mirip dengan kapal imigran vietnam yang pernah saya lihat di Camp pengungsi, Batam. 

Baru tau, kalau tiap kapal disini punya trayek atau jurusan beda-beda, ada yang ke pulau bidadari, pari, pramuka, tidung, sepa, dll. 

Naaaah kapal yang akan saya naiki ke pulau pramuka parkirnya agak ditengah, jadi mesti meloncati sekitar 4 kapal dulu. Serem juga boooo.... jarak antar kapal juga nggak rapet. Bagian sisi kapal yang bisa dijangkau juga sebatas sepasang kaki.  Salah loncat bisa nyemplung nih!  Mana si guwaw tidur nyenyak banget gara-gara jam 4 udah bangun, untuuuung ada gendongan ergo baby penyelamat bangsa (asli bukan iklan, ini testimoni beneran. Suerrr ) gendhis yang lagi bobo saya gendong di depan, sedangkan punggung belakang menyandang tas ransel. Alhamdulillah kami berhasil "loncat kungfu" dan mencapai kapal dengan selamat.




Kapal pun mulai berjalan, moment yang tepat buat ngasih makan gendhis sambil duduk di tepian kapal. angin sepoi sepoi, pemandangan ciamik pula! amboy nian... makanan pun masuk perut si kecil dengan lahap tanpa perlawanan. Yes, perfecto *emak happy*




Sampai sejam kemudiaaaaannn... gendhis bosen, pindah minta duduk di bagian depan kapal,  nyanyi - nyanyi, terus ngerengek ngajak masuk ke dalam.
"minum susu dari gelaaaas" teriaknya. (fyi, dari gelas itu maksudnya dari dot 😥, glass training saya hasilnya meleset ke gendhis... bukannya jadi mau minum susu di gelas, tapi justru memanggil dot dengan sebutan gelas. Entah salah dimana ya training yang saya lakukan itu).


Lalu.... anteng deh doi mimik susu. Nggak lama kemudian, tiba2 wajahnya terlihat aneh, mata mulai kedip-kedip (saya pikir ini anak ngantuk mau bobo), lalu mulutnya membuka perlahan. Daaan jackpot sodara-sodaraaaaa! semua yang dimakan tadi keluarrrr... hiks!
Perjalanan selama dua jam terasa lamaaaaa betul rasanya...lama betuuuul rasanyaaaa! Perut seperti diaduk-aduk dengan gumpalan  diujung tenggorokan siap melontar. Saya hampir aja ikutan jackpot kalo gak buru-buru keluar cari udara segar. Satu persatu keluarga saya mengikuti jejak gendhis... pada akhirnya kebanyakan dari kami bermuka pucat sambil menggenggam kantung plastik. Takut takut kalo bom perut meledak lagi. Bahkan pemandu kami yang jagoan juga terhantam jackpot, karena Tante Nunu muntah tepat di depan muke-nye. Oh Em Jiiii  (lagi)...






Note taken, ternyata kalo naik kapal begini, paling enak duduk diatas cari yang deket jendela angin2, trus bobo aja biar ga berasa mual.

Satu jam kemudian...., kami akhirnya sampai juga di pulau pramuka (fyuh, hela nafas panjang). Horeeee!!!! Turun kapal, kudu pake adegan loncat kungfu lagi. Sehabis kecapekan muntah dan nangis sesenggukan, gendhis pun bobo, jadi saya masukin lagi dia ke dalam ergo. aman terkendali, nggak bangun sampai kita tiba di penginapan.

Sehabis bebersih dan makan siang, dimulailah acara "jelajah pulau". Ternyata... indah benerrr yak pemandangannya, padahal ini nggak terlalu jauh dari jakarta. Airnya bening, jejeran pepohonan berdiri di bibir pulau seperti gerbang pembuka jalan untuk masuk ke lautan lepas.





Saya dan saudara-saudara yang lain kemudian menikmati indahnya pemandangan bawah laut dengan snorkeling. Sempat mendapati serombongan school fish lewat di sebelah kaki saya, lalu beberapa ikan hitam-putih berenang mengitari tangan saya yang menggenggam roti. bagusnyaaaa.... padahal ini baru di pulau seribu loh *norak*  apa kabar derawan sama raja ampat yaaaaa. selama saya snorkeling, gendhis sama eyang umi stay diatas kapal sambil ngasih makan ikan






Kelar snorkeling, kami dibawa ke pantai Semak Daun. Lumayan bagus, tapi masih banyak karangnya. Gendhis saya pikir bakal seneng main pasir, eh... malah mau ikutan main air lagi barengan tante dan om nya.





Mungkin, karena mau menjaga pulau ini agar tetap natural, saya kesulitan buat mendapatkan air bersih untuk mandiin gendhis. Sebab, nggak ada toilet dengan fasilitas air bersih. Padahal dia udah menggigil kedinginan dan harus dibersihkan badannya. Mau beli aqua, ternyata cuma ada aqua dingin yang sudah masuk cooler box, bisa makin kedinginan lah si bebih... Padahal disini banyak loh orang yang pada camping. Mereka mandi atau buang hajat dimana ya kira-kiraaaa? Apa sebenernya ada tapi saya yang nggak nemu? Tapi, dari beberapa mas-mas setempat yang saya tanya menjawab "ga ada buuu..." Nah lo!

Nggak sengaja nemu aqua tanpa pemilik, dilihat-lihat kayaknya nggak ada yang punya. Eh, sama emak saya itu air langsung diambil, dibuka, lantas diguyur ke badan gendhis. Huffff.... 


Kamipun pulang ke penginapan lantas berebut kamar mandi. Luxury nya punya anak kecil...diberikan prioritas untuk masuk kamar mandi duluan. Meskipun ga pakai air hangat, untungnya gendhis gak rewel... palingan dia cuman jerit kalau ada air masuk ke mulutnya. Secara di pinggir laut ya bo.... air keran juga berasa asin.


Malamnya, makan seafood di resto tengah laut. Gendhis girang karena banyak akuarium, hampiiiir aja tangan mungilnya dimasukin ke akuarium isi kepiting, untungnya saya buru-buru tarik dan bujuk buat pindah berdiri ke deket aquarium isi ikan kecil.





Kenyang makan enak.... bobo malem pun juga enakkkk.
Pagi hari, waktunya banana boat! Gendhis menjerit histeris pas saya pindah perahu buat ikutan banana boat. Dia pengen ikut.... Haduh, Noooo sayang, ibun cuman mau uji nyali sebentar buat dicemplungin ke laut, udah lama nggak memacu adrenalin begini, kan kangen jugaaa.



Setelahnya, untuk menghibur hati guwaw yang sempat hancur karena saya tinggal banana-boat-an, kami pun naik sepeda tandem ke tempat penangkaran penyu. Bangku depan diisi saya dan gendhis (yang anteng dalam gendongan), sepeda belakang di genjot sama sepupu saya Hulwa. Seruuuuuu..... untung bisa balance! padahal rem nya nggak pakem.






Alat transportasi disini adalah sejenis tuk-tuk, body nya yang kecil memungkinkan kendaraan ini mampu melewati gang-gang sempit dan mengitari seluruh pulau. Belum lagi sound systemnya yang jedar jeder. Gendhis pun menyebut mobil kecil ini sebagai "odong-odong", iya... mirip sih, tinggal mengganti lagu dangdut yang diputar dengan lagu anak-anak.





Balik ke penginepan, bersih-bersih, lantas siap siap untuk pulang. Holiday is over Dude! Yahhhh sebentar amat siiiiih 😢😢😢
Jam 11 siang, rombongan masuk ke dalam "kapal mabok". Belajar dari kesalahan pas berangkat, kamipun mengambil lapak di ruangan yang terletak di bagian atas. Supaya kalo kapalnya goyang-goyang nggak terlalu berasa n nggak bikin mabok bae.
Sampai 20 menit kapal berjalan, gendhis mengadakan mini konser di dalam kapal. Doi asik singing-dancing walau kapal miring ke kanan kiri. Malah justru jerit kesenengan kalau pas lagi joged eeeh kapalnya bergoyang. 




Saya dan nyokap udah siap siaga jikalau perjalanan pulang ini gendhis bakal rewel ataupun sampai jackpot lagi. Namun Alhamdulillah tuhan maha baik, gendhis pun sangat pintaaaaar *kasi 10 jempoool*. Sisa perjalanan diisi dengan gendhis yang bobo manis selama hampir 2 jam sampai tiba di tujuan karena dibuai dengan goyangan kapal dan angin sepoi sepoi. Tanpa peduli dengan bau kaki serta hiruk pikuk orang ngobrol. Alhamdulillah lancar, nggak pake mabok.



Next, enaknya ke pulau apa yaaaa? *ketagihan*

pssst: sampe rumah, nyokap baru ngaku kalau baju dan celana gendhis yang kena muntah, udah dia buang ke tempat sampah di dalam kapal. "ih, abisan kan geli bawa-bawa baju penuh muntah gitu, siapa yang mau nyuci bau-nya minta ampun" ungkap si emak.  

Aaaaaaahhh... padahal kan bajunya lucuuuuuk mam....! hiks.

cheers!