Showing posts with label dot. Show all posts
Showing posts with label dot. Show all posts

Thursday, March 6, 2014

Konsultasi Laktasi - Klinik Laktasi KMC

Belajar Menyusui dan.... tetek bengeknya

Ini cerita ketika baby gendhis berusia 40 hari.

Kebetulan, hari Rabu itu adalah jadwal saya untuk kontrol dengan dsog pasca melahirkan. Seharusnya sih kontrolnya dua minggu setelah delivery, namun karena baby sempat masuk perina dan kondisi saya yang masih up and down sebagai ibu baru dengan segala drama-nya, akhirnya baru terlaksana sekarang.



Nah, mumpung kontrolnya di KMC, saya sekalian aja daftar buat konsultasi ke klinik laktasi. Buka pukul 08.00 - 20.00 Untuk pendaftaran, seinget saya nggak bisa daftar via telepon, melainkan mendaftar langsung ke meja pendaftaran pada hari H konsultasi.

Ternyata, pasien dsog saya sudah banyak bererot yang hadir, kalau tidak salah saya dapat urutan 10. Sedangkan untuk klinik laktasi, dapat nomor urut 2. Ruangan antara klinik laktasi dan praktek dsog berdekatan, sehingga saya hanya menunggu di sisi sebelah kanan saja untuk mengantri keduanya.

Sayapun selanjutnya dipanggil untuk masuk ke dalam klinik laktasi. Bersama dengan Airen dan mamer. Sengaja saya ajak mamer ikut serta, supaya beliau "terbuka" pikirannya tentang manfaat asi, buruknya dot serta empeng, cara latch on, dan teman temannya.

Permasalahan menyusui yang sedang saya hadapi waktu itu adalah bayi ngempeng puting. Gendhis kalau menyusu lamaaaa sekali, lalu bobo. Tetapi pas nenen nya mau dicopot, eh...dia bangun! lantas nangis dan minta nyusu lagi. Bolak balik seperti itu. Haduuuuh, capek sekali badan saya rasanya. Mana belum bisa mimik sambil tiduran, jadi seringnya saya ikutan tidur namun dalam posisi duduk. Alamak, pegelnyaaa....

Konselor laktasi yang membantu saya ketika itu adalah dr (hmmm.... sebut saja namanya Bunga), berjilbab dan masih muda. Beliau lantas meminta saya untuk menunjukkan bagaimana posisi saya menyusui. Ternyata, latch on yang saya lakukan memang belum sepenuhnya benar. Mulut baby masih kurang "nyaplok" karena di awal dia buka mulut, bukaannya masih kurang mangap, sehingga areola nya belum semua masuk. Sayapun diajarkan tips "mouth tickling" yaitu dengan menempelkan puting kita ke bibir bagian atas baby, untuk merangsang dia membuka mulut dengan lebar. Dan saya juga baru tahu kalau pada saat menyusui sambil duduk, tangan kita yang bawah seharusnya tidak menggenggam dan hanya menopang leher serta badan baby, tetapi jari jari tangan sebaiknya dalam posisi membuka untuk menahan kepala dan leher baby.

Bu dokter juga mengatakan, kemungkinan baby ngempengnya lama adalah karena latch on yang kurang sempurna, sehingga asi yang dikonsumsi tidak maksimal. Bukan karena asi saya kurang. Hoooo... ("Tuh Mam, denger kan kata bu dokter?" ngomong ama mamer dalam hati, nggak berani ngomong langsung, menantu cupu...hihihi)

Selanjutnya, bu dokter mengajarkan posisi menyusui sambil duduk supaya areola bisa masuk ke mulut bayi dengan maksimal. caranya adalah setelah mouth ticking dan mulut bayi membuka lebar, kepala bayi kemudian kita dorong perlahan ke arah PD agar langsung "plek" nyaplok. Posisi bayi pun harus benar benar miring hampir 90derajat dengan paha, sehingga hidungnya tidak terhalang dan bisa bernafad dengan bebas. Hmmmm.... tapi jujur aja nih, cara ini kok agak kurang nyaman ya buat saya, walaupun posisi latch on benar, tetapi proses dorong kepalanya itu agak pushy. Baby nya kok kayak diperlakukan seperti robot. Padahal, menyusui kan supposed to be a natural instinc of human.


Latihan Posisi Menyusui


Setelahnya, saya diajarkan untuk menyusui sambil tiduran. Ternyata, posisi kemiringan badan saya dan baby berpengaruh ke posisi latch on yang maksimal. Miringnya kepala baby harus sejajar dengan posisi miring PD saya agar benar benar dicaplok. kalau dilihat dari proses menyusu, ibu dokter mengatakan tampaknya baby tidak punya masalah dan tidak tongue tie.

 Di dalam ruangan klinik laktasi terdapat sebuah kasur lipat yang empuk berwarna coklat. Kasur inilah yang menjadi alas saya untuk belajar posisi menyusui sambil duduk dan tiduran. Di sebelah kasur, terdapat sofa panjang untuk kami ngobrol. Kalau dilihat, ruangannya tidak terlalu besar. Jauh di depan sofa, ada sebuah wastafel dan baby tafel seperti nursing room pada umumnya. Sebuah meja diletakkan dekat dengan sofa. Meja ini di atasnya terpampang beragam alat peraga yang berhubungan dengan praktek menyusui seperti cup feeder, contoh PD peraga dari plastik, boneka bayi, dll


Cup Feeder (tolong abaikan gumpalan tissue di belakangnya yaa..hehe)



terkait dengan pemberian asip, bu dokter sangat menekannya perlunya menjauhi dot dan empeng karena bisa berakibat bingung puting sehingga bayi menolak nyusu langsung. beliau juga menunjukkan bentuk cup feeder merk medela yang bisa dipakai untuk pengganti dot. tapi well... memang perlu kesabaran yang super extra supaya baby pinter mimik pake cup feeder.

Hmmm sebenarnya sih tidak ada yang salah ya dengan ibu dokter ini, tapi saya merasa kurang sreg aja. karena instead of konsultasi dua arah, yang saya rasakan saat itu justru feeding dan defensif tanpa memberikan solusi real buat masalah saya. emang kalo udah urusan dokter mah cocok cocokan ya bo! lebih ngenesnya lagi, karena konsul bareng mamer... saya jadi merasa di pojokkan, as if saya nggak becus jadi ibu. Diungkapkan lah segala kekurangan saya sampai masalah baby blues. seolah olah mau menunjukkan bahwa beliau sudah sangat expert mengurus bayi, bahkan jika dibandingkan dengan ibu dokternya sendiri. saya dan airen sampai diuji buat gantiin baju dan diapers si baby di depan bu dokter. hikssss.... iya deh maaaaammm #nangisdipojokan

moral of the story adalah tujuannya baik sebenarnya mengajak ibu atau mamer ke dokter laktasi, yaitu agar mereka juga terupdate mengenai pentingnya asi dan menyusui. tapiiiii kalo bisa, sebelum berangkat ke rumah sakit sebaiknya ada pesan2 sponsor dulu ke suami, atau ibu kita sendiri agar tidak mengeluarkan kata kata yang bisa bikin kita melempem. huhuhu...

so, that's it. Nggak terlampau lama sih kami di dalam mungkin sekitar 30 menit-an ya. setelah itu saya lanjut antri untuk ketemu obgyn. alhamdulillah jahitan pasca melahirkan, ukuran rahim dan segala pernak perniknya sudah kembali ke bentuk semula dan tidak ada permasalahan.

Hal yang bikin tercengang justru datang dari bill tagihan konsultasi laktasi. Airen sampe protes ke saya, padahal tadi di dalam cuman gitu gitu doang tapi kok tagihannya sampe lebih dari setengah juta. wakwaoooo!! udah gitu, ternyata pengajaran posisi menyusui dihitung sebagai tindakan. karena posisi menyusui ada yang duduk dan tiduran, dihitung menjadi 2 tindakan. Amsyoooong deh!

kalau tidak salah inget, berikut rinciannya (januari 2013)
- konsultasi 300rb
- tindakan edukasi posisi menyusui 1 135rb
- tindakan edukasi posisi menyusui 2 135rb

mehong ya boooo, emang udah makin komersil yaaaa RS ini... padahal saya suka banget sama suasana dan ambience rumah sakitnya. Nggak heran ada beberapa dokter bagus ada yang hengkang dari RS ini karena alasan tersebut. Diantaranya dr. Purnamawati, dsa yang di banyak forum disebut sebagai dsa recommended.

saya rasa si dokter di Klinik Laktasi yang tadi saya kunjungi juga komersil deh (maap suudzan ya) hahaha prasangka ini bukan tanpa sebab sih. jadi, setelah kelar konsultasi saya minta pin bb bu dokter in case sampai di rumah saya ada pertanyaan tentang laktasi. Namun, dokternya nggak memberikan pin bb, melainkan memasukkan saya ke dalam group bbm berisi pasien pasien beliau. Daaaaaan instead of memberikan informasi seputar asi, yang beliau posting pertama kali setelah saya join adalah rentetan gambar nursing pillow berbagai motif yang menjadi barang dagangan beliau. Yah, jadi males deh! udah kayak ikut temenan bbm grup nya onlineshop ajah.


oh iya, klinik laktasi di KMC ini juga memberikan layanan jasa lainnya yaitu:
- Akupuntur Laktasi 
- Relaktasi
- Konsultasi Toungue Tie & Tindakan Insisi
- dll.


Kemang Medical Care
JL.Ampera Raya No.34
Jakarta 12550
Phone : +6221.27.54.54.54 / +6221.27.54.54.00
Fax : +6221.78.84.35.48
Email : info@kemangmedicalcare.com


Thankies, semoga postingan ini berguna :)

Thursday, February 20, 2014

Pikun: Ketika Pumping Gear Ketinggalan

Do'oh!

Tampaknya kadar kepikunan saya semakin hari makin menghawatirkan. Kalau kemarin- kemarin sempet ketinggalan corong pompa nya aja, botol nya aja, atau pernah juga hanya membran nya aja... tapi hari ini saya ketinggalan semua mua nya. Satu cooler bag lengkap!!

Bermula dari motor saya yang terpaksa harus ditinggal di rumah nyokap karena semalem saya dan gendhis dijemput airen pake mobil. Jadilah pagi ini saya diantar ke stasiun naik mobil juga. Pas liat jam.... waduh, udah kesiangannn buru-buru deh masuk mobil takut adek gendhis keburu ngamuk karena ngeliat ayah ibunnya naik mobil tapi kok dia gak diajak. Alhasil abis ngambil tas, langsung deh saya loncat masuk ke dalam mobil. 

Begitu diatas kereta, saya baru ngeh... "kok kayaknya ada yang kurang ya" Secepat kilat saya sadar...

oh my god, cooler bag sepaket ama botol dan pompa nya ketinggalaaaannn!!! sungguh bodoh! 
Padahal udah disiapin rapi jali diatas meja, tinggal angkut.

Demi tetap pumping, sesampainya di kantor saya langsung meluncur ke Indomart buat beli UC 1000, botolnya mau dipake buat pumping agar tetep bisa bawa oleh oleh asip buat adek gendhis


Sebelum

Untungnya saya menjalani nasihat teman saya @prikitiww buat belajar memerah pakai tangan atau marmet. Jadi, walaupun nggak jago jago amat pas kepepet nggak ada pompa kayak sekarang, saya tetep bisa pumping. Ternyata benar juga ya kata si mbak @sofie, kalo marmet langsung ke botol uc lebih enak sebab mulut botolnya bisa langsung pas buat masuk ke nipple, sehingga asipnya mengarah tepat ke lubang botol,  nggak muncrat kemana mana

TADAAAA... ini dia hasilnya. yeay!

Sesudah
Semoga besok besok saya gak lupa lagi yah. pegeeeeel euy merah pake tangan.

Friday, February 14, 2014

Hantu bernama "Bingung Puting"

Hufff....rasanya berat sekali ketika akan menuliskan part ini. masih terselip seberkas "trauma" di hati saya, karena  kejadian ini sungguh menguras kesabaran dan ber ember ember air mata (mulai lebay...)

Yes, of course it's my mistakes. Please jangan dimarahin ya buibu. Dari jaman kelas prenatal dulu saya udah tau kalo dot itu hukumnya haram se haram haramnya, karena beresiko besar untuk membuat bayi bingung puting! tapiiii.... apalah mau dikata. Karena saya ninggalin si baby sama mertua, saya nggak tega untuk menambah lagi beban beliau dengan harus memberikan asip via media lain selain dot. Terlebih lagi anak saya adalah tipe yang nggak sabaran, kalo nangis pun suaranya cetarrr membahana bikin seluruh dunia panik!






Sebenarnya, Mamer udah pernah saya ajak buat berkunjung ke klinik laktasi nya KMC. Disana kami diberikan penjelasan panjang kali lebar oleh dokter laktasi tentang media yang baik untuk pemberian asip. Saat itu ditegaskan juga bahwa penggunaan dot sangatlah tidak disarankan. Namun.... sinyal sinyal yang saya dapet dari raut muka Mamer begitu keluar dari pintu ruangan klinik adalah: "Mama lebih berpengalaman dari bu dokter, si dokter ini nggak lebih pintar dari mama" ya sud lah.... *sambil manyun* dari pada durhaka, toh saya juga titip anak saya ke beliau, saya berbesar hati untuk memberikan kesempatan dot sebagai pengganti gentong saya.





Demi membuat bayi saya tetap nenen mania, saya kerap memberikan sugesti positif atau istilah kerennya hypnobreastfeeding dengan cara membisikkan kalimat sakti:

"anak cantik, kalau ibun kerja mimiknya dari botol, tapiiii kalo ibun ada di rumah, mimik langsung sama ibun yaaa... mimik nenen ibun itu paliiing enak lho, adek suka mimik ibun yaaa"

Kalimat ini pun diulang ulang terus. 
Alhasil... si bayi dengan gampangnya pindah pindah dari nenen - dot - nenen, bahkan dot nya ikut ganti pigeon - tommee tippee - unimom - pigeon dst... anak pinter! mama bangga! hahaha! *tertawa jumawa*

Tapi kemudian... saat baby Gendhis berusia 5 bulan, saya kena tulah!

Di pagi itu tiba tiba baby Gendhis buang muka pas disuru nenen. Pas saya paksa, dia malah nangis kejer. Tampaknya adek bayi terkesan ketakutan banget pas lihat nenen saya. Loh, kenapa niiiih?!

Nggak hilang akal, saya kemudian berusaha untuk memaksimalkan skin to skin. Saya buka baju, si bayi juga buka baju. Lalu saya sodorkan nenen. Lima detik pertama, Gendhis mau nenen namun setelahnya..... dia pun buang muka lagi, lantas nangis kenceng jejeritan! Sediiiih deh saya

Aduh gustiiiii....

Dulu, pas baca baca pengalaman ibu ibu yang anaknya lagi nursing strike, saya ngerasa mereka berlebihan karena sampe nangis nangis segala. Waktu itu sih saya berfikir "duhh kok lebay amat sih nih emak emak..." and then, when the same things happened to me, I feel like...broken heart! Asli. Rasanya tuh kayak cinta yang bertepuk sebelah tangan... saya cinta, dia enggak!



Dengan penuh kegalauan hati, akhirnya saya berangkat ke kantor. Di atas motor, saya pun meneteskan air mata (buset, drama amat yak. Sama lebay nya nih saya ama emak emak tadi..haha) Saya merasa sebagai ibu paling gagal sedunia, merasa ditinggalkan. Yang bergelayutan di kepala saya waktu itu adalah pertanyaan  "terus gimana kalo adek bayi nggak mau mimik langsung sama saya lagi?"  Panik sekaligus putus asa. Saya belum siap kalo harus weaning. Hiks!



Di kantor, saya pun curhat dengan teman saya si @prikitiwww via YM. Ternyata, baby nya juga dulu pernah terindikasi bingung puting "pertama, lo harus tenang, jangan panik!" ujarnya memberikan solusi. "coba skin to skin, trus kalo bisa lo pulang tenggo, dan begitu sampe rumah langsung nenenin, bahkan kalo perlu lo ambil cuti buat maksimalin skin to skin nya"  okeh, noted! saya catet baik baik nasihat si tiwiw di kepala.

Saya pun browsing sana sini tentang si hantu "bingung puting" ini.

Teman saya lainnya, si Farah, juga ternyata pernah mengalami hal serupa "dicobain nenen terus aja... ntar juga mau kok. anak gue juga dulu kayak gitu" jelasnya. "terus abis bingput gitu anak lo tetep dikasi dot ga? ato dot nya diganti?" tanya saya kepo. "tetep ngedot, dan pake dot yang sama kok...." ooohhh baiklahhh...

Saya juga meminta airen buat beli nipple dot pigeon yang kuning, pigeon yang peristaltik, dan huki. sebab kata temannya Airen, si Nisa, anaknya pakai dot tersebut dan sudah 9 bulan nggak pernah bingung puting.

Sampai rumah, kembali saya "berjuang" buat nenenin. selama saya tinggal ke kantor tadi Gendhis mimik banyak via dot. Kemungkinan, bayi merasa lebih nyaman mimik dot karena alirannya yang stabil.

Dan... kejadian yang sama kembali terulang. Sepersekian detik si bayi mau mimik langsung sama saya, tapi kemudian dilepeh! Kalo kata mamer, bisa jadi karena memang saat ini dia sudah gampang ter distract oleh suara suara, sehingga kalo lagi mimik, denger ada bunyi lagu langsung noleh dan nyopot nenen.

Sambil berurai air mata, saya berusaha lagi buat skin to skin. Saya juga membisikkan kata kata positif " yuk nenen ibun yuk, mimik ibun enak lhooo...adek suka mimik ibun" berulang ulang tanpa bosan. Dan perlakuan yang saya terima tetap sama, adek bayi jejeritan tiap lihat nenen. Nolak mentah mentah!

Malam pun semakin larut, baby Gendhis nggak bisa bobo. Mungkin karena sebenernya dia haus, tapi nggak mau nenen langsung. Karena saya kekeuh si adek harus nenen saya, say pikir kalau dia udah ngantuk...pasti nggak nolak nenen. Namun ternyata salah. Akhirnya, saya pun nggak tega, dan pasrah pas adek dikasi dot. lalu dia pun tertidur nyenyaaaak banget. hufff #lapkeringet

Seperti biasa, tengah malam adek terbangun, mungkin karena masih ngatuk dan belom sadar bener, dia pasrah aja saya sumpel nenenin langsung. Yeayyy!!! legaaaa.....rasanya....#boboksambilsenyum

Namun, ketika pagi datang, kejadian nursing strike pun kembali lagi.
alamaaaakkkkk...tidaaakkk!!!

Terpaksa saya putuskan untuk nggak masuk kantor. Saya kekeuh untuk terus mencoba skin to skin walaupun si bayi berontak. Kebetulan hari itu ibu saya dateng buat menjemput (maklum nggak punya mbak, jadi senin rabu baby gendhis diasuh mamer, kamis jumat diasuh ibu saya) Melihat saya yang frustasi, ibu saya menawarkan supaya si bayi dibawa ke mbah pijit aja. Karena sudah banyak gerak, mungkin ada bagian tubuhnya yang keseleo, sehingga dia nggak nyaman saat mimik langsung. sayapun nggak menolak.

Setelah dipijit, kemungkinan karena saking haus nya dan badan juga udah rada enakkan serta saya yang posesif buat maksa dia nenen langsung terus, alhamdulillahhh.... baby gendhis mau nenen lagi. Kali ini tanpa perlawanan. Untungnya, besok udah weekend, jadi full saya bisa fokus supaya adek nenen langsung.

Alhamdulillah.... sampai sekarang usia 13 bulan, baby gendhis nggak bingung puting lagi (jangan sampe deeeeh, ketok ketok meja). Selama saya kerja, Gendhis masih mimik dari dot (ya, saya tetep nggak tega buat nyuruh mamer make cup feeder, karena pasti menambah kerepotan beliau, saya cukup tahu diri untuk ini... takut dianggep "udah nitipin anak kok minta macem macem"). Dot nya masih pake tommee tippee dan masih pake level 1 yang lubangnya kecil. Sengaja nggak saya naikin level dot nya (makin besar anak, harusnya makin lebar juga lubang dot nya) supaya dia tetap merasa bahwa nenen langsung lebih nikmat karena aliran susunya lebih kenceng dan banyak.




Jadi, berdasarkan pengalaman saya, buat mommies yang ngalamin hal serupa, ini tips yang saya lakukan dan sudah saya buktikan ampuh:

  1. Jangan panik, berdoa terus, banyakin stok sabar (dimana ya yang jualan stok sabar? yuk kita borong!)
  2. Ambil cuti sehari (kalo bisa sih hari jumat, jadi bisa nyambung sampe weekend dan full skin to skin dan latian nenen terussss)
  3. Coba tawarkan nenen langsung ketika bayi sudah sangat mengantuk....
  4. Berikan selalu sugesti positif tanpa kenal lelah ke bayi "yuk nenen langsung sama ibun, nenen ibun paling enaaaaak sedunia, adek baby suka mimik ibun" 
  5. Coba berikan pijatan yang menyamankan bayi, karena sudah mulai banyak gerak, siapa tahu ada bagian atau posisi tertentu yang baby nggak nyaman
  6. Sebisa mungkin, setelah bayi mau nenen lagi, berikan asip di media selain dot. 
  7. Tetapi kalau posisinya seperti saya, dalam kasus saya ini karena beberapa pertimbangan terpaksa tetep memberikan asip via dot, I have no other wise option. Jangan mengganti level nipple dot mengikuti usia baby. Tetap berikan level newborn aja, sehingga bayi akan lebih suka nenen dibanding dot karena alirannya lebih mantap..hehehe
  8. Usahakan selama masa "pengembalian" ini pulang kantor teng go, dan sampe rumah, mandi, langsung nenenin
  9. Percaya bahwa bayi akan balik nenen lagi. Jangan menyerah dan tetap berusaha yaaaa... it takes time, indeed. Emang nggak instant sih, tapi pasti berhasil kok!

Good luck mommies...

Thursday, February 6, 2014

Manajemen ASI Perah : ala Saya (Part 2)

Part 2 : Sistem Perah Me-merah

Sengaja saya bagi postingan ini ke dalam 2 part, supaya lebih singkat. Jadi pembaca blog saya yang budiman nggak bingung bacanya (haha..berasa banyak yang baca aje, Mak!).

Part yang pertama bisa diintip disini

Sebelum berlanjut, untuk mengingatkan kita semua,  saya ulang dulu ya tentang PRINSIP ASIP:
  • Semakin dingin maka semakin lama juga ASIP dapat disimpan
  • Hindari peningkatan/penurunan suhu secara drastis
  • ASIP beku yang sudah mencair tidak boleh dibekukan lagi, ASIP yang sudah dihangatkan tidak boleh dihangatkan lagi
  • Masukkan ke Freezer HANYA JIKA akan digunakan lebih dari 8 hari

A. Menabung ASIP

Sebelum kembali dari percutian dan back to the jungle a.k.a kantor, saya sudah mulai menabung asip agar nanti nggak kejar tayang. Setiap ada waktu kosong (biasanya sih pas baby lagi bobo, dan kerjaan rumah tangga udah beres semua) pasti saya pake buat pumping. Berapapun hasilnya disyukuri dan dikumpulin aja. Awalnya memang hanya 10 - 20ml tapi lama lama bisa segalon!  hahaha,,,

Oh iya, di saat baby masih anteng, yaitu usia 1-3 bulan seringkali saya nenenin sambil pumping. Jadi kalau nenen di kiri, PD yang kanan sekaligus saya pumping. Terbukti efektif loooh, karena kalo pas PD yang di nenen lagi LDR akibat rangsangan ritme mimik bayi, PD sebelahnya juga ikutan LDR daaaan ASI pun mengalir deras. Yippy!

Karena hasil dalam satu sesi pumping emang nggak banyak, jadi hasil pumping di hari yang sama atau pumpingan yang masih dalam jeda 24jam saya jadikan satu. Baru kemudian saya masukkan ke dalam botol kaca. Masing masing botol saya isi sebanyak 80ml sesuai ukuran mimik bayi.

#Note: Asip yang baru diperah sebaiknya dimasukkan ke chiller terlebih dahulu sampai kurang lebih 30 menit. Begitu pula ketika kita ingin mencampur asip yang baru dengan perahan sebelumnya, sebaiknya masukkan ke chiller dan disamakan suhu-nya. Hal ini agar tidak terjadi perubahan suhu secara drastis untuk menjaga agar kualitas asip tetap baik. Setelah cukup dingin, baru deh boleh dimasukkin freezer untuk dibekukan.

Kunci utama dalam kegiatan perah memerah ini adalah TELATEN! ibarat pepatah sedikit sedikit lama lama menjadi bukit, sehari sebelum balik kantor saya berhasil nyetok sekitar 50an botol kaca plus beberapa plastik asip.



Sedikit sedikit... lama lama penuh juga botolnya

B. Disiplin Memerah

Faktor lain yang juga menentukan adalah DISIPLIN! sekali aja lalai, berpengaruh ke kelanjutan produksi asip. 


Di awal ketika baru masuk kantor, kebutuhan mimik si bayi masih sangatlah buanyaaaakkk. Sehari bisa 8 botol @ 100ml. Di kantor saya pumping sebanyak 3 kali. Yaitu di jam 9, 12, dan  15. Satu kali sesi pumping memakan waktu sekitar setengah sampai satu jam. Mungkin pada bertanya-tanya yah... terus saya kerjanya kapan dooong? emang nggak dimarahin? Hahaha... Untuuuung ya bos saya dulu sangaaaat pengertian dan baik hati. Dia nggak peduli proses, tapi fokus ke hasil kerja. Dia bahkan bilang " terserah lo deh Ki, mau ngerjain kapanpun dimanapun yang penting kerjaan lo kelar pada waktu-nya. Mau lo ngerjain tengah malem ama hantu blao mana kek, gue gak masalah". Widiiihhh... asik kan punya bos cingcai begini?! I lop yu deh Bu!

Namun, ternyata kebahagiaan saya berubah nestapa. Bos saya selanjutnya berganti menjadi si maha kikir bin jahat dan nggak berperikeASI-an. Akhirnya, terpaksa saya berteman baik dengan jin budek. Terserah deh Pak Bos mau ngomelin saya pumpingnya lama. "istri-nya saya dulu kalau mompa tidak selama itu" ujarnya (yeee,,, istri Bapak beruntung kali, ASI-nya berlimpah ruah, saya kan pas pas an gini paaakk!!, tolong ngertiin dong...halah *emosi*) yang penting tiap pulang kantor saya harus bisa selalu bawa oleh oleh buat si Baby. Untungnya, begitu ganti bos anak saya udah mpasi, jadi sesi memerah di kantor hanya 2 kali, Yaitu di jam 10 dan jam 13. Masuk usia 11 bulan, berhubung ASI makin seret, sesi pumping hanya tinggal 1 kali saja di jam 2 siang. Semoga bisa terus pumping sampai adek baby umur 2 tahun yaaa,,,, Amin! 

Selain di kantor, untuk mengejar kebutuhan mimik baby saya juga memerah di rumah. Yaitu malam hari ketika baby udah bobo, dan pagi setelah bangun tidur. #Note: pumping di pagi hari biasanya menghasilkan asip yang lumayan banyakkkk, dikarenakan di waktu tersebut kita dalam kondisi relax. Rekor saya waktu itu pernah dalam sekali pumping dapat 150ml dari 1 PD. Cuman sekali itu doang siiih, abis itu gak pernah lagi...hahaha

C. Perbotolan

Berbeda dengan ibu perah yang lain, saya tidak pernah membawa botol kaca tutup karet ke kantor. Setiap habis memompa, saya langsung menyimpan botol plastik Unimom yang saya gunakan ke dalam kulkas, baru setelah sampai di rumah asip selanjutnya dipindahkan ke botol kaca. Mengapa begitu...? 


Buat orang se-mobile saya, yang tiap hari naik motor, pindah ke kereta, lantas pindah ke ojek, kadang pindah lagi ke angkot, dst... sungguh rentan buat si botol kaca berdiri tegak tanpa beradu, atau tiba tiba tutupnya copot di jalan. Duh mimpi buruk deh! maka agar aman saya baru pindahin ke botol kaca saat di rumah saja.


Botol plastik favorit saya. Apalagi warnanya pink... lucu sekaliiiii


parts botol Unimom


D. Steril Menyeteril

Ehm, jujur saya agak koboy nih dalam hal ini... untungnya Alhamdulillah selama ini baby baik baik aja. *ketok ketok meja... amit amit kalo sampe kenapa-kenapa*


Sehabis pumping, botol dan corong hanya saya siram dengan air panas dari dispenser Aqua. Setelahnya saya simpan di dalam cooler bag untuk pemakaian pada sesi perah selanjutnya.

Nah kalo pas tiba tiba saya harus pumping di luar kantor dan tidak menemukan air panas, botol dan corong saya siram dengan air mineral kemasan sampai bersih. Baru nanti ketika sampai rumah semua peralatan perang saya cuci pakai sabun lalu dimasukkan ke sterilizer atau direbus.

D. Daya Tahan Asip

Berikut adalah tabel daya tahan asip dari webnya ayahbunda





Pertanyaan yang paling common adalah....


"setelah beberapa lama asip boleh dibiarkan di suhu ruang?""pada waktu penyimpanan asip nggak ideal, kualitas asipnya masih bagus nggak sih?"
Jawabannya : Cobain aja ke si baby. Baby itu pinter loh, jikalau memang asip nya sudah nggak enak, dengan sendirinya baby akan menolak dan nggak mau mimik lagi

Di dalam manajemen asip, kerap tercetus sistem FIFO atau first in first out. Maksudnya adalah asip yang terlebih dahulu masuk freezer untuk dibekukan, itu juga lah yang duluan keluar.

Kalau saya pribadi, nggak plek plek mengikuti sistem tersebut. Biasanya hasil perahan dalam satu hari saya bagi menjadi dua part.  Setengah buat masuk freezer, setengah lagi buat konsumsi baby esok hari. jadi baby nggak melulu mimik asip hasil frozen. Misalnya dalam sehari saya dapat 4 botol, kemudian saya bagi 2 yakni 2 botol pertama masuk ke freezer, 2 botol selanjutnya buat diminum besok. Alhasil, baby juga tetep dapet jatah minum asip yang fresh.

E. Cara Mencairkan Asip 


  • Malam sebelum baby ditinggal, saya sudah menurunkan asip dari freezer ke chiller. Biasanya di pagi hari asip tersebut sudah cair. Kemudian saya pindahkan ke botol dot dan direndam diatas mangkok berisi air hangat.
  • Apabila waktunya mepet dan butuh cara yang lebih cepat supaya asip segera cair, saya keluarin asip dari freezer, lalu saya buka keran dan siram botol dengan air mengalir sampai lumayan mencair. Setelahnya baru saya rendam di mangkok berisi air agak hangat.
#Note: Asip yang sudah dihangatkan TIDAK BOLEH dibekukan kembali atau dihangatkan untuk kedua kalinya. Why? Karena akan merubah komposisi asip. Perhatikan juga keadaan asip sebelum diberikan ke baby. Caranya bisa dengan dicium atau dicicip dikit...hehe kasian kan kalo baby mimik asipnya terlalu panas.

Semoga postingan saya ini dapat berguna. Simak repost saya dari tweet nya  ayah asi id tentang manajemen asip disini.
semangat memopa buibu...!


inilah kelebihan baby yang mimik asip :)


ps: unimom bottle pic, taken from asibayi.com

Tuesday, December 24, 2013

Manajemen Asi Perah : ala Saya (Part 1)

Part 1 : Peralatan Perang

tick tock tock tock....


Putaran jam dinding rasanya kian cepat
lembaran kalender pun terasa makin sering dibolak balik

Ah, sebentar lagi cuti saya habis. rasanya baru kemarin saya berjumpa dengan adik baby untuk pertama kali, eeeeh udah harus masuk kerja lagi. sedih!
Mengikuti keingin hati untuk tetap memberikan asupan bergizi a.k.a ASI buat baby tercinta, saya pun bertekad kuat buat jadi mama perah sejati!

kuncinya hanya satu: 
berikanlah asi dengan "KERAS KEPALA" insyaAllah hasil pumping selalu cukup selama adik bayi ditinggal sampai lulus s1, s2, s3, bahkan jadi professor asi. hehehe





So, simaklah manajemen ASI perah ala saya dan bonus keluh kesah serta tips tips andalan ala saya. Semoga berguna buat para mommies semuah. #cupcupmwahhh...


Alat tempur

1. breastpump

Unimom Allegro #

Harta kecintaan saya.
Bisa elektrik, bisa manual, bisa dijadiin doublepump pulak!
Value for money banget, of course its  truly recommended.

Kebihan lainnya adalah sudah include dengan baterei lithium yang bisa di charge kayak handphone, sehingga kalo kita lagi ngga nemu stop kontak, ngga perlu pusing buat nyari tukang batre. Lebih jelasnya bisa dilihat disini

Unimom Forte #

Saya beli dikala masih cuti dan sedang semangat semangatnya ngumpulin stok asip buat baby saat ditinggal kerja.
BP ini merupakan BP yang hospital grade sehingga tarikannya mantap dan stabil.
Tapi... body nya segede babon dan musti deket deket sama colokan.



#tips: BP unimom, walaupun dapet karet silikon untuk di corong yang claim nya adalah bisa menimbulkan sensasi memijat, ternyata nggak berhasil di saya. Buat saya kehadiran silikon justru malah membuat tarikannya jadi nggak "gigit" dan asinya beleber masuk ke dam silikon.

2. botol kaca bpa free

Sebaiknya, asip disimpan di dalam botol kaca, karena.... mmm?

mengutip dari www.ayahasi.org :  "untuk penyimpanan di Freezer pilihan terbaik untuk menyimpan ASIP ada pada botol kaca karena lebih kuat dan sangat jarang bocor. Selain itu, sisa asip juga cenderung nggak akan nempel di botol kaca"
ada bermacam tipe botol kaca yang biasa dipake ibu ibu perah masa kini:

a. botol kaca tutup karet 

Ini yang saya pake, alesannya krn murah dan gampang didapet. Buanyaaak dijual di babyshop baik online maupun offline. Saya punya 85 botol jenis ini yang dibeli secara terpisah di asibayi.com, maebebe babyshop, dan pas dateng ke pameran mother and baby fair. 
Ada gosip yang beredar...kalau botol jenis ini adalah hasil rekondisi dari botol infus (serem ya bo!) tapi saya berdoa kenceng-kenceng supaya nggak kejadian dan semua baik bak saja. So far, Alhamdulillah aman terkendali. #ketok2meja #amitamitjangansampekenapa2 

oh iya, please note kalo beli botol ini dalam jumlah banyak, harus di cek satu per satu dulu yah, soalnya pas saya beli kemarin beberapa kali kejadian botol yang saya terima mengalami pecah atau sompal kecil di bagian tertentu yang nggak gitu kelihatan kalau kita nggak jeli mengamatinya.

harga: @Rp.2500



ps: update terbaru, ngintip di websitenya asibayi.com ternyata sekarang ada juga botol tutup karet jenis bka. Bentuknya sama persis dengan botol rekondisi namun terdapat emboss bertuliskan BKA serta emboss ukuran takaran. Botol ini dijamin baru dan memiliki tutup silikon food grade yang telah lolos uji BPOM.

harga: Rp.48.000/box (1 box = 8 botol)  



b. botol kaca UC 1000. 

Biasa didapet kalo beli minuman UC 1000. Buat amannya, spy ngga berkarat tutup botol ini harus diganti pake tutup plastik. Banyak dijual di OLshop kok. 
Saya personally nggak terlalu suka pake jenis ini, karena corong mulut botolnya cukup kecil. Akibatnya rada susah buat mindahin ASIP dari botol Unimom sehabis memompa ke botol ini.

harga: @Rp.2000



c. botol kaca babypax

Botol kaca ini di bagian corongnya berbentuk ulir sehingga dapat langsung dipasang pada breastpump ukuran standar seperti Unimom, Pigeon, atupun Medela. Merupakan botol "baru", BPA free, dan terdapat ukuran takar. Biasanya dipaket pembelian, satu set isi 3 biji.
Dari segi harga, sudah pasti lebih mahal harganya dibanding 2 botol diatas.

harga: Rp. 50.000/box (1 box = 3 botol)



d. botol kaca serupa botol selai (wide neck)

Botol ini enak buat para mommies yang memerah pake tangan, karena corong botolnya lebar. Cumaaa... mesti hati hati pas mau masukin ke botol dot, takut tumpah.

harga: @Rp.3000



e. botol plastik

Sebagai tambahan Menurut Becky Flora, BSed, IBCLC, botol plastik yang BPA Free bisa dijadikan pilihan terbaik untuk penyimpanan di Kulkas Bawah karena sel darah putih (leukocytes) dapat menempel pada botol kaca, tapi akan luruh pada media plastik.

#Tips: Jangan lupa cuci bersih botol sebelum dipakai, lalu rendam dalam air mendidih, atau dimasukkan ke sterilizer.Buat baby tercinta kebersihan harus dijaga bener bener euy. (Btw, kalau botol dot plastik, jangan direbus di air mendidih yaaa...nanti botolnya penyok #pengalaman) 

Oh iya, sewaktu mengisi botol dengan asip terlalu penuh, cukupkan sampai batas garis karena ASIP yang beku akan memuai (Biasanya ada emboss garis penanda di bangain tengah botol).  Jaman dulu waktu masih kurang ilmu, saya beberapa kali mendapati botol kaca yang tutupnya pada lepas, bahkan lebih parah lagi sampai botolnya pecah gara gara mengisi terlalu penuh. Duuuh nangis bombay dehhh asip ku sayang harus dibuang.... hiks!


3. Plastik ASI

Saya pernah coba 3 merk berbeda. So far sih performanya sama aja.

a. crown

Double zip lock - seal penutupnya double jadi lebih terjamin kerapatannya dan nggak takut tumpah. Diantara plastik ASIP lain yang pernah saya coba, merk ini memiliki bahan plastik yang lebih tebal sehingga tidak khawatir sobek. Aman untuk dapat disimpan dalam freezer selama 6 bulan. Waktu itu, saya beli merk ini  kaerna penjelasan mengenai produknya cukup menggoda dan lumayan meyakinkan di asibayi.com

harga : 75.000 isi 20




b. little giant

Saya dapat plastik asip ini sebagai bonus ketika beli BP Unimom. Kelebihannya ada pada fitur indikasi suhu (thermal sensor). Jadi kalo suhunya panas, indikatornya akan berwarna merah. Hal ini memudahkan untuk memastikan supaya kita nggak memberi susu ke bayi dalam keadaan panas atau terlalu dingin.

harga : 95.000 isi 20



c. natur

Ini sih favorit saya, dan juga favorit banyak ibu menyusui lainnya. Made in Thailand tapi performa nggak kalah dengan kantong asip lain. Dari segi harga, merk ini paling ekonomis. 

harga: Rp 45.000 isi 30




Dari hasil baca baca di milis, sebenernya boleh aja kok pake kantong plastik bening yang biasa dipake buat ngebungkus makanan seperti merk "tomat"
#Tips: jangan direndam di air yang terlalu panas ya, pengalaman kemarin mama saya lagi manasin asip eehhh tiba tiba plastiknya bocor.... sedih, nangis bombay lagi dehhh...huhuhu...

4. Cooler Bag

Andalan saya merk "baby boogy". Saya suka karena space nya lebar dan tinggi sehingga bisa memuat 4 botol unimom @150ml, 2 corong, dan 2 ice pack Unimom. Ketahanan dinginnya standart, tergantung dengan ice gel yang dibawa. Dari segi kekuatan tali pegangan dan ketahanan terhadap hujan badai sudah terbukti tahan banting! Selama 1 tahun lebih saya pakai nggak ada keluhan kecuali rada bau apek... itu sih karena saya suka males buat jemur aja.... hahaha

5. dot

a. tommee tippee

Saya pakai dot tommee tippee 150ml karena salah satu janji jualannya adalah mencegah bingung puting. Bingung puting adalah kebingungan yang dihadapi oleh bayi karena pemakaian dot, mungkin karena alirannya yang jauh lebih deras dari payudara ibu, bisa jadi bayi ngerasa lebih nyaman mimik dot dan gak mau mimik langsung sama mommynya lagi.

Ini bentukannya:


Trus, beneran nggak bingung puting gitu? hmmm untuk ini saya punya cerita sendiri, akan saya ceritain di lain waktu yah... pokoknya rasanya sama kayak patah hati diputusin pacar deh.

#Tips: Untuk menghindari bingung puting, sampai umur baby sudah setahun saya tetep pake nipple dot yang level 1 (buat newborn). Alasannya adalah supaya aliran susu yang keluar stabil dan nggak terlalu kenceng, jadi baby tetep lebih nyaman nyusu langsung sama mommynya.

b. pigeon

Saya juga pake nipplenya dot pigeon buat dipasang di botol unimom. Semua jenis nipple pigeon saya coba. Mulai dari yang peristaltic, ulir, sampai yang nipplenya warna kuning. tujuannya sih biar baby gampang adaptasi dan nggak ketergantungan sama satu model nipple doang.


Ibun lagi kerja, aku mimik pake dot dulu...


Sebelumnya, saya share dulu PRINSIP ASIP

  • Semakin dingin maka semakin lama juga ASIP dapat disimpan
  • Hindari peningkatan/penurunan suhu secara drastis
  • ASIP beku yang sudah mencair tidak boleh dibekukan lagi, ASIP yang sudah dihangatkan tidak boleh dihangatkan lagi
  • Masukkan ke Freezer HANYA JIKA akan digunakan lebih dari 8 hari



lalu... bagaimana sistem perah memerahnya? lanjut ke Part 2 ya...