Showing posts with label CRP. Show all posts
Showing posts with label CRP. Show all posts

Monday, September 30, 2013

Dokter Hantu Tengah Malam

Rabu 5 Desember 2013


Begitu pagi datang, saya langsung menyeruak kabur ke ruang baby. Sampai disana, ternyata infus masih terpasang di tangannya. Hari ini rencananya baby mau diambil darahnya lagi, untuk melihat apakah kadar CRP nya sudah normal atau belum. Pemberian antibiotik seyogyanya dilakukan sampai tuntas, jadi apabila kadar CRP sudah normal tetapi disarankan untuk tidak menstop pemberian antibiotik.

Yak! another horrible moment for me... yaitu ketika adik baby diambil darahnya. Pengambilan darah dilakukan dengan menusukkan jarum di bagian kaki, daaaan baby pun langsung menangis. Kenceng banget, sampe udah nggak kedengeran suaranya lagi. Hiks, saya pun meringis sambil menutup mata. GAK TEGA!!

Sore hari, akhirnya hasil tes laboratorium keluar. Alhamdulillaaaaaahhhh #sujud syukur cium tanah! kadar CRP baby sudah normal. Yeay! Tapiiiiii baby masih tetap harus dirawat di RS karena saran dokter pemberian antibiotik kudu tuntas tas tas. Antibiotik diberikn melalui suntikan kalo nggak salah sebanyak 5 kali. Saat ini baru 3 kali, so masih ada pe er untuk 2 kali suntikan lagi. Again, my warning ya untuk buibuuu sekalian.... jangan sampe kaya' saya dan baby. Pemberian antibiotik untuk bayi itu sangat amat tidak dianjurkan. Kalo bisa dihindari option penanganan dengan antibiotik ini yaaaa! in my case, ini karena ke tidak megertian saya dan kurangnya informasi yang saya peroleh, serta dokter anak si eva something yang nggak pro RUM dan barbar.  Sampai saat ini saya masih gak tau ke apa sih emangnya pemberian antibiotik itu harus tuntas? kalau hasilnya sudah normal kenapa nggak disudahi saja? ya nggak siiiih? kan kasian baby nya...huhuhuhu...

Hari ini, baby sudah minum asip. Untungnya RSIA ini pro asi banget. Mereka nggak menyarankan buat dikasi dot, karena takut babynya bingung puting. Jadi media pemberian asipnya adalah melalui sendok.  Apa itu bingung puting? hmmm nanti saya punya cerita sendiri soal ini. Adik baby dikasi mimik asip setiap 3 jam. Sekali mimik, kurang lebih 20ml.

Dramarama kembali terjadi di malam hari. Hari rabu ini saya sudah diperbolehkan pulang oleh Spog, namun keputusan apakah bayi saya juga sudah boleh dibawa pulang baru bisa nanti malam jam 12 malam. Whyyy? karena si dokter anak saya, dokter eva something itu baru bisa kemari tengah malem buta soalnya doi menjadi dokter jaga di RS Harapan Kita. Well, inilah salah satu kerugian melahirkan di RS yang baru buka. Berjejer-jejer nama dokter dipajang tapi jarang ada yang beneran standby dedicated praktek disini. Unlucky baby G, she got that kind of doctor as hers.

Setelah minta pendapat sana sini, plus mempertimbangkan ini itu, akhirnya diputuskan saya check out malam ini. Sembari nunggu dokter hantu tengah malam itu, saya pun pulang ke rumah dengan hati gundah, resah dan gelisah.

Tengah malam kami kembali ke RS. Untung dokternya beneran dateng, kalo enggak mungkin kedongkolan saya sudah sampai ke ubun ubun. Kemudian kami berkonsultasi. Sengaja saya ngajak mama biar hati lebih tenang, dan supaya bisa bantu mendesak dokter agar bolehin kami bawa baby pulang. Setelah melihat kondisi baby, saran dari dokter adalah tetep stay!  Dokter belom ngijinin pulang. Kalopun kami maksa, beliau nggak mau tanggung jawab apabila nanti babynya kenapa kenapa dan harus dibawa ke RS lagi. Selain itu, kami juga harus ttd surat keterangan minta pulang. Biasalaaahh trik nakut nakutin ala dokter, biar kita nya lama lama di rs, biar duitnya dia makin banyak. aahhh cerita lama! mana ngomongnya nyolot plus jutek lagi. Ugh!!! 

Tapiii.... ya kami keder juga sik, takut ntar baby nya gimana gimana kalo pengobatannya gak tuntas. Pada akhirnya, semua demi kebaikan baby, akhirnya kita berusaha ikhlas untuk gak maksa bawa pulang baby hari itu juga. udah tengah malem juga, broooh!

Sebelum pulang, saya sempetin buat pumping asi dulu. Alhamdulillah udah keluar, susu putih menetes dengan tepat ke dalm botol walaupun belum banyak. Paling tidak aman lah buat stok sampai besok. Sebener benernya niiih... saya nggak mau pulang, saya pengen nungguin anak saya. Saya pengen kayak ibu ibu lain yang rela bobo di RS biar tiap jam bisa nengok baby nya. Biar kalo pas baby nya nangis, bisa langsung menghambur memeluk baby.

Then, apakah saya bisa bobo nyenyak di rumah? TENTU TIDAK!!!

saya merasa sebagai ibu yang failed banget. Bayi saya lagi merana di RS, tapi kok saya instead of nungguin disampingnya, malah pulang dan tidur. Meninggalkan si baby yang baru berusia beberapa hari dengan orang lain yang saya nggak kenal. I'm deeply frustated. Yang terus berputar di kepala saya adalah gambaran baby di dalam box sedang menangis. hiks sedihnya ampun ampunan.

Kangen ampun ampunan sama si bayi. Duh, tangannya metal amat sih...

Monday, September 9, 2013

Sungguh Sedih : Drama CRP dan Kolostrum

Senin, 3 dec 2013

sungguh sedih

Air susu saya belum keluar juga. Padahal adik baby hanya bisa bertahan tanpa asupan apapun selama 3  hari. Batasnya sampai besok sore.

Here's the advice from my sister in law:  

"prinsip asi adalah supply and demand, jadi kalau ada demand terus menerus, pasti dia akan berproduksi"

Karena itu, selain rajin-rajin menyusui langsung, saya juga menstimulasi dengan pumping pake breastpump. Yaitu setiap dua jam sekali, 15 menit untuk PD kanan, dan 15 menit untuk PD kiri. 


ini dia breastpump andalan yang sangat berjasa buat saya


Jam 12 siang saya di telepon oleh kamar bayi untuk dapat segera turun menuju kamar bayi dan melihat kondisinya. Laporan dari suster adalah baby saya masih mengalami gumoh coklat. Hikss :(  Menurut mereka, kemungkinan hal ini terjadi karena  ada infeksi. Dari hasil tes darah memberitahukan bahwa kadar CRP (C-Reactive Protein) baby adalah 10, normalnya 5 sehingga saat ini baby harus tetep dapat pengawasan ketat dan treatment spesifik yaitu dengan memasukkan selang dari mulut baby untuk menyedot gomoh coklat tersebut. Dan selama dipasang alat, saya dilarang untuk menyusui. Lalu, apa sih CRP itu? googling aja ya buibu...


Mendengar kabar ini saya langsung lemes. Sedihnya nggak ketulungan. Duh, masa' siiih anak sekecil dan serapuh itu sudah harus dipasang selang. Ya tuhan, seumur umur saya aja belum pernah seperti itu. Hancurrr rasanya ini hati. Ya Allah,  kalaupun sakit anak saya bisa dipindahkan, saya rela banget biar saya yang menanggungnya.






Ternyata tidak cukup hanya itu, selain selang baby juga terpaksa harus dipakaikan infus. Sebab disamping karena mulutnya masih ada selang jadi tidak bisa disusui langsung, hal lain yang mengganjal adalah asi saya belum keluar banyak serta takut baby nya dehidrasi #double mirissss kayak keiris iris rasanya hati ini. 

Saya memang mau nya baby asi eksklusif, tidak ditambah sufor. tapi apakah cairan infus lebih baik dari sufor? I have no idea. Saya sama airen pasrah aja dengan saran dari dokter. so stupid!  nyeselllll banget pas hamil nggak banyak baca tentang baby newborn dan permasalahan yang sering dihadapi.Somehow, dokter walaupun katanya orang pintar, nggak semua nasihatnya sejalan sama pikiran kita, terutama perihal tindakan medis yang diambil khususnya pemberian antibiotik

Alhamdulillah, tuhan seperti mendengar doa saya. Ditengah ke galauan hati tentang asi yang belum kunjung mengalir, kakak ipar saya datang menjenguk dan membawakan asi-nya. kebetulan dia masih menyusui. Meskipun bukan working mom, tapi mba M suka nyetok asip di kulkasnya.

Dan datanglah dia hari itu membawakan sebotol kaca asip yang masih beku. Batas baby bisa bertahan tanpa minum adalah 3 hari, which is besok. Semoga besok pagi asipnya udah cair yak.


Kalau mau asi eksklusif memang kudu keras kepala. musti stubborn. Demi menstimulasi pabrik susu agar lekas berproduksi, hampir tiap 3 jam saya rutin memompa pakai breastpump. 
Hasilnya? keluar dooong!!!
Tapi super dikiiiiit banget. basahin pantat botolpun nggak mampu. Jangan dibayangin kalo di awal awal mompa yang muncul adalah susu segar cair berwarna putih. Ternyata, pertama kali produksi adalah berupa jelly kuning kental dan lengket, jadilah jelly itu cuman bisa nempel di corong pompa doang. Boro boro deh bisa basahin pantat botol. 

Nah, si jelly inilah yang disebut dengan kolostrum, yaitu asi yang menyimpan banyak sekali bakteri bakteri baik yang sangat berguna bagi baby. 


Kolostrum: 

(dari bahasa latin colostrum) atau jolong adalah susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu dalam tahap akhir kehamilan dan beberapa hari setelah kelahiran bayi. Kolostrum warnanya kekuningan dan kental. Kolostrum penting karena mengandung banyak gizi dan zat-zat pertahanan tubuh.

Kolostrum (IgG) mengandung banyak karbohidrat, protein, dan antibodi, dan sedikit lemak (yang sulit dicerna bayi). Bayi memiliki sistem pencernaan kecil, dan kolostrum memberinya gizi dalam konsentrasi tinggi. Kolostrum juga mengandung zat yang mempermudah bayi buang air besar pertama kali, yang disebut meconium. Hal ini membersihkannya dari bilirubin, yaitu sel darah merah yang mati yang diproduksi ketika kelahiran.

Kolostrum adalah cairan pra-susu yang dihasilkan oleh induk mamalia dalam 24-36 jam pertama setelah melahirkan (pasca-persalinan). Kolostrum mensuplai berbagai faktor kekebalan (faktor imun) dan faktor pertumbuhan pendukung kehidupan dengan kombinasi zat gizi (nutrien) yang sempurna untuk menjamin kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kesehatan bagi bayi yang baru lahir. Namun karena kolostrum manusia tidak selalu ada, maka kita harus bergantung pada sumber lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolostrum sapi (bovine colostrum) sangat mirip dengan kolostrum manusia dan merupakan suatu alternatif yang aman. Bahkan ada laporan yang menyatakan bahwa kolostrum sapi empat kali lebih kaya akan faktor imun daripada kolostrum manusia. (Wikipedia)


Kanan : Kolostrum. Warna lebih kuning dan pekat


You can google to know more. Sering kan yah kita denger istilah susu kolostrum terutama susu sapi yang dijual dengan harga cukup mahal??? Nah, manusia juga punya dong. Oh ya, please bare in mind, kalo ada orang kolot jaman dulu yang bilang bahwa si kolostrum ini adalah asi yang nggak sehat, harus dibuang, jangan sampe keminum baby. Thats a huge mistakes! justru baby harus nelen kolostrum ini banyak banyak. Sayangnya, karena belum boleh nyusuin langsung, kolostrum saya terpaksa hanya jadi konsumsi corong pompa akibat lengket dan ga bisa masuk mulut botol. hiks hiks!