Showing posts with label melahirkan. Show all posts
Showing posts with label melahirkan. Show all posts

Tuesday, January 21, 2014

My Breastpump Experience


Rekomendasi Breastpump / Pompa ASI

Preambule: 
Ehm, saya selalu iri sama orang lain yang konsisten tiap hari bisa bikin satu postingan di blognya. Paling tidak seminggu sekali deh pasti ada update-an. Sedangkan saya, weleh weleh weleh... mau nya sih nulis, tapi kok malah mentok cuman sampai tahap wacana saja. Maka... banyak cerita seru yang akhirnya jadi basi, deh! Hiks!




So, buat cerita yang satu ini semoga nggak ada masa basi nya yaaahhh... Karena sampai sekarang saya masih setia pumping dan masih senang berpetualang nyobain segala macam breastpump baru. Ini aja nulis blog nya sambil pumping! thanks to breastpump elektrik dan bra menyusui. Saya bisa pumping sembari handsfree! yeay!!!


Sama seperti bumil lain di luar sana, salah satu kegiatan "seru" dalam menyiapkan kehadiran baby ke dunia adalah berburu perintilan menyusui. Termasuk breastpump a.k.a pompa ASI yang diharapkan bisa jadi sobat setia selama menjalani periode menyusui yang katanya bakal penuh dengan tantangan. Setelah melek akan informasi pentingnya "menyusui", saya pun langsung meneguhkan tekad bulat bulat untuk bisa menjadi ibu perah sejati. Siaaaap grak!!! *hormat pada pompa*

Browsinglah saya kesana kemari. Jari saya menari-nari di atas keyboard buat googling dan mata saya jelalatan setiap liat ada breastpump yang "kinclong" *hahaha maap lebayyy...*

Sebagai hasilnya, berikut adalah review beberapa breastpump yang telah saya coba selama ini. Serta rating penilaian saya pribadi dari skala 1 sampai 5. Nilai 1 berarti kurang oke, 5 berarti oke bangetttts!

Kindly note, basicly breastpump emang cocok cocokan, jadi kalau cocok di saya belom tentu cocok juga di orang lain. Jadi, penilaian saya ini bukan harga mati yaaah, tapi mungkin petualangan saya mencoba berbagai macam BP bisa sebagai bahan pertimbangan dalam memilih breastpump yang cocok.

Sebelumnya, kita bagi jenis BP menjadi dua. 
Yaitu manual dan elektrik. 
Bedanya apa? gampang.... BP manual untuk memompa cukup dengan tenaga manusia yaitu kekuatan goyangan tangan kita. Sedangkan BP elektrik membutuhkan colokan listrik atau baterei. Kelebihan dari BP elektrik adalah nggak membuat tangan kita pegel


Breastpump Manual

Unimom Mezzo

Ini adalah versi manual yang dimiliki merk Unimom

Keunggulan:
  • Parts dari BP ini tidak terlalu banyak, sehingga mudah dan simple dalam merakitnya
  • Harga sungguh aman di kantong. Best buy buat jenis BP manual.
  • Nyaman. tarikannya lembuuut dan karena manual sehingga kekuatan hisapnya bisa disesuaikan dengan keinginan kita 
  • Corongnya terhubung dengan botol ukuran standar. 
  • Dalam paket pembelian dilengkapi dengan convertor sehingga bisa juga dihubungkan dengan botol wide neck seperti Avent
  • Terdapat silikon yang memberi efek pijatan dan berguna untuk merangsang LDR

Kelemahan:
  • Tuas nya agak keras, sehingga pas kita pumping lumayan bikin tangan cepat pegel
  • So far, kalau sedang dalam perjalanan yang tidak memungkinkan untuk saya pumping heboh (kalau pakai yang elektrik apalagi double pump kan perintilannya lumayan rempong tuh) BP ini bisa diandelin banget.  Tapi kalo PD lagi nggak terlalu kenceng, hisapannya terasa kurang "nyedot". 


Score: 4

Harga: Rp. 285.000






Avent Manual

Di masa masa desperado ketika saya sedang cuti sembari ngumpulin stok asip, saya merasa harus bertualang mencari BP yang bisa menyedot asi lebih banyak. Karena BP yang saya punya saat itu kok rasanya kurang maksimal. Salah satu BP yang banyak direkomendasikan orang buat dicoba adalah Avent manual. 

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Ternyata teman saya @prikitiwww BP aventnya lagi nganggur karenadia lebih nyaman merah dengan cara marmet atau merah pake tangan. Alhasil, dipinjemin lah saya BPnya tersebut, siapa tau saya cocok. Asiiik!

Keunggulan:
  • Avent punya silikon corong yang oke banget. Produk ini meng-claim penggunaan silikon tersebut dapat menimbulkan sensasi memijat dan menekan daerah "pabrik" asi  sehingga hasil asip yang keluar optimal.
Kelemahan:
  • Asi sering banget nggak langsung masuk ke botol tapi ngumpet di balik silikon ataupun menyusup ke daerah pengait tuas pompa. Sukses bikin saya manyun karena banyak asi yang kebuang
  • Tuas avent manual terasa "berat" bikin tangan terasa cepet pegel
  • Berisik. Yes I know it's manual... tapi kok ketika pumping masih kedengeran bunyi berdecit "ngek ngok ngek ngok" akibat gesekan antara tuas pompa dan karet.
  • Tarikannya lebih kuat dibanding Medela Harmony ataupun Unimom Mezzo. Jadi kalau PD nya udah lumayan kosong tapi masih semangat mompa, putingnya terasa sakit
  • Harga lumayan menguras kantong. 
  • Hanya bisa memakai botol yang wideneck

Di saya, maksimal hasil perah yang didapat dengan menggunaan BP ini adalah 125ml untuk 2 PD dengan durasi mompa kurang lebih 1 jam. Setelahnya, meskipun dipaksa untuk memompa nggak keluar lagi asi nya, malahan puting saya jadi lecet. 
Selain itu, saya juga nggak nyaman sama suara berdecitnya.

Score: 3

Harga: Rp.825.000



Medela Harmony

Versi manual dari merk ternama Medela. Juga merupakan harga paling murahnya Medela. Banyak mommies yang cocok dan merekomendasikan BP ini. Karena penasaran, saya pun menyewa BP ini dari mommymilk. Ternyata memang enaaaaaak! sampai saya perpanjang masa sewanya jadi 2 bulan... hehehe

Keunggulan:
  • Enak. Nyaman! 
  • Hisapannya lembuuut tapi "nyedot" Pertama kali pumping pake ini saya langsung dapet 100ml hanya dalam beberapa menit. Nggak tau juga sih apakah faktor seneng karena nyoba BP baru atau emang bisa nyedot dengan maksimal...hehe tapi di sesi pumping berikutnya hasilnya nggak sehebat yang pertama tadi 
  • Tuasnya sangat empuk, jadi nggak cepet bikin tangan pegal
  • Dibandingkan dengan BP manual lain, BP ini termasuk yang sunyi senyap tanpa suara.
  • Memiliki 2 fase memompa. Yyaitu fase perangsangan dengan ritme memompa cepat pada tuas yang lebih pendek untuk merangsang LDR dan fase memompa yang sebenarnya dengan ritme lebih lambat di tuas yang panjang. 
  • Ukuran corong dapat di pilih sesuai dengan tipe PD kita. Standar pembelian adalah ukuran M, tapi kok rasanya kurang klop di saya. Lalu saya merental corong ukuran xl (karena l nya nggak ada) dari namichanrentalpump dan ternyata memang lebih endesss nggak bikin sakit
  • Dalam paket pembeliannya berhadiah medela calma, yaitu dot yang katanya nggak bikin bingung puting

Kelemahan:
  • Membran merk medela sangat tipis. Kalau nggak hati hati gampang sobek dan pengaruh ke daya sedot BP
  • Perintilan parts nya cukup banyak, sehingga kadang suka rempong buat bongkar pasang ngerakitnya. Dan kalo nggak pas masangnya (apalagi kalo sedang buru buru), somehow suka nggak nyedot dan kudu dipasang ulang
  • Harganya mahalllll *kelilipan*

Tadinya saya mau beli si Harmony ini, tapiii karena harganya lumayan mihil dan saya udah punya Unimom Mezzo, alhasil hasrat buat beli dipendam aja deh.


score: 5. 

Harga: 575.000



Breastpump Elektrik

Unimom Allegro # (Plus)

BP ini merupakan penyempurnaan dari Unimom Allegro sebelumnya (yang berwarna kuning), beda-nya yang plus ini sudah closed system yaitu selang pompa dan pegasnya nggak lagi berhubungan secara langsung dengan botol sehingga menghindari asi tertarik masuk ke dalam selang


ini tampilan unomom allegro yang lama


Keunggulan:
  • Value for money (haha dasar ibu ibu, belom belom saya udah ngomongin duit ajah...) Dengan harga hanya setengah dari Medela Swing, bp ini udah bisa jadi 3 tipe pompa sendiri.

  1. Elektrik single pump
  2. Manual pump. Karena udah langsung dapet tuas manualnya di dalam paket pembelian (please note, tuas manual ini sama persiiis dengan Unimom Mezzo)
  3. Double pump, dengan beli additional kit (kemarin saya beli satu paket komplit di asibayi.com seharga kurang lebih 150rb) Udah langsung bisa dijadikan double pump. So far walaupun dijadikan double pump tarikannya nggak significant melemah kok, malah cenderung stabil.

  • Memiliki beberapa ritme fase memompa. Yaitu fase 1-2 untuk memancing LDR, fase 3-7 fase memompa. Dan dari fase memancing ke fase memompa pun bisa di setel. Saya ngerasain banget tiap pindah fase so far sering dapet LDR. LDR singkatan dari let down reflex, dimana aliran asi mengalir dengan derassss...kayak keran
  • Menggunakan baterei lithium. Bisa di charge serupa baterei handphone sehingga nggak perlu beli baterai tiap kali mau pumping tanpa colokan. Daya tahan batrei ini bisa untuk 2x sesi pumping.
  • Terdapat silikon yang bisa diselipkan di corong pompa, seperti pada breastpump Avent. Gunanya adalah menampilkan sensasi memijat sehingga merangsang pabrik asi bekerja. Tapi.... kalau saya sih silikonnya nggak dipake, karena justru membuat asi ngumpet di balik silikon.
  • Closed system sehingga asi nggak mungkin tersedot masuk ke dalam selang.
  • Corongnya terhubung dengan botol ukuran standar. Selain itu, dalam paket pembelian dilengkapi dengan convertor sehingga bisa dihubungkan dengan botol wide neck seperti Avent

Kekurangan:
  • Agak berisik, meskipun nggak se-berisik Medela Mini Elektrik yang suaranya bak pemotong rumput. Kalau sedang pumping di sebelah baby yang lagi bobo, kadang mesinnya saya tutupin pakai bantal supaya baby nggak kebangun hehehe
  • Ukurannya lumayan makan tempat. Namun masih oke buat dibawa mobile. Buat saya hal ini nggak menjadi masalah, sih!
  • Tombolnya sensitif, jadi kalo pas masuk tas dan bergabung dengan barang barang lain, mesinnya suka tiba tiba kepencet. Dan bergetar getar deh kayak handphone lagi vibrate mode on
Saya akhirnya memutuskan beli BP ini ketika usia kandungan memasuki 8 bulan karena udah nggak kuat iman akibat baca reviewnya di forum emak emak. Pertimbangan value for money tadi juga jadi alasan kuat...hihihi. So far sangat puas pakai BP ini. Andalan saya banget deh!

score 5
harga : Rp. 840.000



Adaptor untuk double pump
Medela Mini Elektrik (Minel)


Merasa nggak puas dengan Unimom Allegro # kepunyaan saya dan melihat kakak ipar kok kayaknya asyik banget memerah pake medela mini elektrik, saya pun penasaran pengen mencoba. Siapa tau kalo pake "Minel" (begitu biasa buibu menyebutnya) hasil perahan saya bisa nambah banyakkkk. Amin!

Saking ngebet buat nabung asip banyak namun cuti saya yang udah mau habis, akhirnya saya nggak kuat iman lantas memutuskan buat beli si Medela Minel. Setelah dicoba, inilah pendapat saya:

Keunggulan:
  • Sesuai dengan embel embel namanya yang pakai kata "mini", Medela Minel memiliki sosok yang mungil serta ringan. Enteng dan flexible buat dibawa keman mana.
  • Dapat digunakan dengan baterei, sehingga tidak melulu megandalkan colokan. Tapi, batereinya bukan jenis yang lithium rechargable
  • Bisa dijadikan pompa manual, tetapi harus beli piston atau gagang pompa tambahan. Harga Rp. 150.000
  • Ada tombol yang bisa diputar untuk mengatur tekanan pompa.
Kelemahan:

  • Suaranya terkenal berisiiiiik bak mesin pemotong rumput
  • Bagi saya, walaupun bisa diatur, tekanan pompanya terasa terlalu kua. Bikin nipple jadi lecettt. Akhirnya hasil pumpingpun justru nggak maksimal.
Alhasil, saya jual lagi deh si Medela Minel. Terus uangnya dipake buat beli Unimom Forte. hehe!




score: 2
Harga: 925.000

Unimom Forte - Double pump

Masih belom berpetualang di dunia perah memerah, akibat kesengsem baca review dan testimonial buibu di jagat maya, serta kebutuhan buat bisa ngumpulin sebanyak banyaknya stok asip dalam waktu cepat supaya aman pas masuk kerja, saya pun jatuh hati dan tergoda racun Unimom Forte.  So, dari hasil penjualan si Minel, nabung lagi dikit... lantas saya beli deh BP ini.

Keunggulan:


  • Hospital grade
  • Harga cukup terjangkau untuk ukuran BP hospital grade
  • Dual pump, bisa hemat waktu pumping
  • Ada tombol pengatur tekanan pompa
  • Closed system, ASI dijamin nggak akan masuk ke selang
  • Suara nggak gitu berisik, lebih sepi dibanding Unimom Allegro #
Kelemahan:
  • Harus selalu terkoneksi dengan stop kontak listrik
  • Body pompa besar,  nggak mobile, repot kalo mau dibawa bawa. Tapi jauuuuh lebih kecil dibanding Medela Lactina yang juga hospital grade.
  • Tombol pengatur tekanannya nggak mirip dengan ritme bayi menyusui, sehingga nggak bikin cepat dapet LDR beda dengan allegro yang hisapannya bisa langsung bikin LDR
BP ini cukup membantu saya dalam menabung ASIP. Suaranya yang lembut, nggak ganggu baby walaupun saya pumping di sebelahnya. Enaknya doublepump, kalau PD sebelah lagi LDR, yang sebelahnya juga ikutan LDR. Jadi kegiatan mompa jadi efektif banget. 

Tapi sekarang si Forte ini sudah nganggur aja di lemari, karena saya juga udah makin jarang pumping. Belakangan, kalau di rumah saya lebih seneng pumping pake tangan aja alias marmet, maklummm emak emak pemalas males ribet nyuci perbotolan.

Jadi, kalo ada yg minat mau beli forte saya, kasi tau aja yahhh. masih gress banget kondisinya, wong jarang dipake.. :)

score: 4
Harga: 1.290.000



Medela Swing

Ini salah satu BP elektrik yang jadi favorit banyak buibu perah. BP ini juga merupakan  most wanted di kancah persewaan BP. Saya udah sempet waiting list di beberapa rental, tapi nggak kunjung kebagian. 
Tak dinyana, pas lagi jalan jalan ke acara babyfair di JCC kebetulan ada stand Medela. Eh, ternyata dibolehin untuk jajal. Asiiik....kesampean juga deh! 

Kelebihan:

  • Hisapannya sungguh lembuuuuttt, sangat nyaman dan nggak bikin nyeri puting.
  • Memiliki 2 fase hisap, yaitu fase merangsang LDR dan fase memompa penuh layaknya hisapan bayi
  • Selayaknya BP Medela lain, corongnya bisa disesuaikan dengan ukuran PD kita
  • Suaranya lumayan halus. Lebih sepi dibanding Unimom Allegro #
  • Aftersales servicenya oke
Kekurangan:
  • Batreinya bukan lithium, masih pakai batu batrei biasa, sehingga nggak bisa di charge. (bisa sih klo mau pake rechargeble batrei kayak Alkaline gitu, tapi saya nggak tau deh tahan berapa lama)
  • Ukuran motornya lumayan gede (tapi lebih ringan dari unimom allegro)
  • Pompanya masih open system, saya banyak baca keluhan busui yang lapor kalau ASInya masuk ke selang. Bahkan ada yang sampai mesinnya mati *ngok!*
  • Printilannya lumayan banyak
  • Harganya mahal boooo..
So far, ini masih jadi idaman saya. Pengennya sih sekalian yang medela swing maxi, double pump jadi lebih efektif mompanya.Tapi karena mihil gak jadi beli deh. Padahal dulu udah sempet nanya-nanya dan nemu toko yang harga jualnya murahhhh lebih murah dari toko lain loh (kalo mau info nya nanti saya share..hahaha). Walaupun udah nggak kepengen beli, tapi kalau ada yang mau ngasih saya dengan senang hati dan tangan terbuka akan menerima. Saya doain yang ngasih masuk surga! 

score: 5
Harga: 1.900.000



Ngecesss!!! pengen yang ini...



Philips Avent Single Electric

Merasa masih belom nemu yang pas dan penasaran siapa tau adaBP lain di luar sana yang bisa membuat produksi ASI saya membuncah akhirnya saya dipinjemin avent elektrik punyanya Mbak Yani. Yeay!

Kelebihan:
  • Kerennya dari BP ini adalah ritme pumping bisa diatur sesuai keinginan kita. BP ini punya kecanggihan untuk merekam ritme memompa. Jadi, di awal kita akan pumping manual untuk menentukan ritme, setelanya secara otomatis dia akan mengikuti ritme memompa kita. Asik kaaan?
  • Walaupun nama nya pake kata "silent" ternyata nggak silent silent amat. Namun memang lebih silent dibanding BP elektrik sejenis.
  • Berbeda dari avent manual yang cukup kuat menghisap, avent single elektrik hisapannya haluuuuus, kayak lagi di kilik kilik dan nggak bikin puting lecet
  • Mesin enteng dan kecil, sehingga nggak memerlukan space yang terlalu luas di dalam tas.
Kekurangan:
  • Harganya cukup mihil, beda dikit lah sama Medela Swing
  • Karena hisapan yang halus tadi, buat saya malah jadi kurang nyedot dan nggak mampu bikin PD saya kosong
  • Perintilannya lumayan banyak dan cukup takes time buat ngerakitnya (eh, ini apa saya yang kurang sigap yahhh? hahaha)
Setelah nyobain, saya ngerasa nggak sreg dan nggak kepengen buat beli bp ini. 

score: 2
Harga: 1.500.000






fyi, saat ini saya masih penasaran sama Pigeon manual. Pengen nyobaaaa banget. Karena ada beberapa busui di kantor saya yang pake bp ini dan hasil pumping mereka berbotol botol bak sapi perah... sukses bikin iri. Duh, nggak ada puas puasnya yah saya berpetualang nyobain pompa asi....hahaha

Semoga review dan rekomendasi breastpump dari saya berguna buat calon dan sesama ibu menyusui. Paling nggak, review saya ini bisa bikin para mamak tambah galauuuu bin bingung mau beli yang mana. huahahaha

Yang jelas balik lagi ke prinsip dasarnya:

Breastpump itu cocok cocokan
Cocok di saya, belum tentu cocok di mommies yang lain.

So, saran saya... better di awal sebelum lahiran minta dikadoin Medela Harmony aja. Hal ini berdasarkan hasil pengamatan, bahwa BP ini cocok di hampir semua ibu ibu, sebab ibu hamil kan belom boleh nyobain pumping karena bisa memicu kontraksi.

Nanti, setelah baby lahir, baru deeeh jajal buat rental atau minjem beberapa jenis BP dari temen. Kalaupun udah "gatel" pengen beli, silakan dibeli. Jikalau pada akhirnya begitu dicoba ngerasa tidak cocok, tinggal jual lagi aja deeeeh. Gampang kok ngejualnya, apalagi merk Medela. Pengalaman saya kemarin, tinggal kirim email nuju ke milis asiforbaby atau posting di facebook langsung deh bertubi tubi respons email masuk. yeay!

Anyway... on top of that various kind of breastpump, seperti pesan bijaksana dari teman saya si tiwiw di awal saya jadi busui, yaitu:


HARUS BELAJAR MEMERAH DENGAN TANGAN!!!

in case of emergency thing happened, semisal pompa ketinggalan di rumah, cuman bawa botolnya doang ke kantor (saya banget ini mah!) atau ketika kita lagi males rempong nyuci/steril corong pompa dan teman temannya. Karena.... tangan kita kan nggak mungkin ketinggalan. Plus, nggak rempong karena cuman modal cuci tangan doang.


iya kaaan? iya dong!


#ps: all pictures and price are taken from www.asibayi.com








Wednesday, December 4, 2013

Owwwhh It`s Babyblues

at first, I feel sick of it. 
Mana bayi mungil yang lucu nan menggemaskan. Manaaaa? 

Yang saya rasakan justru kehadiran monster cengeng. Sedikit sedikit nangis, namun saya nggak bisa ngerti apa yang dia mau. Kalo nangis suaranya menggelegar kayak petir, menjerit histeris sampe kadang suaranya menghilang bagai tertelan mulut sendiri. Teriakannya maut sampai muka merah seperti tomat. bit frustated. kalau siang senengnya bobo, tapi kalau malam....busyeeee.....bangun dan nangis melulu di kebutaan malam dimana saya tingkat ngantuknya udah maksimal di kadar paling akut. Saya merasa sedih sekali. Sepertinya saya menjadi ibu yang nggak becus ngurus anak karena si baby nangis melulu. 

katanya punya bayi menyenangkan? boong... #nangisdipojokan

Ppfff... how come a super loud sounds came out from this tiny lil mouth?



Selama hamil, terutama mulai usia kehamilan 6 bulan saya didera perasaan takut yang nggak bisa dijelaskan alasannya. its seems like an undefined terror. Horrible. But I can handle it so far. tiap perasaan itu datang langsung saya tepis jauh jauh. Saya berusaha mengalihkan perhatian saya ke hal lain. Tapiiiii kadang perasaan tersebut suka mendadak muncul tanpa permisi. Biasanya, rasa takut ini hadir saat malam hari, atau di saat saya lagi sendirian, kayak misalnya di kamar mandi.

Sebelum saya melahirkan, seorang emak di kantor cerita bahwa setelah melahirkan dia merasakan perasaan aneh seperti kesedihan mendalam yang abstrak. Namun dia nggak ngerti apa penyebabnya. Pokoknya bawaannya tiap hari mau nangis melulu akibat rasa sedih terus menggelayut. Arahnya bahkan seperti depresi. Perasaan ini dia pendem aja diem diem dalam hati. Tapi jelas pesan si emak ke saya, bahwa kalo nanti saya mengalami hal serupa, cara penanganannya adalah hal ini harus DILAWAN!!! jangan dibiarkan berlarut larut karena bisa bikin semaput. hihi

Belakangan saya tahu inilah yang dinamakan babyblues syndrome. Yaitu perasaan kacau balau mengarah ke depresi, biasa dialami oleh ibu yang baru saja melahirkan.
Hmmm.... I think currently I got this syndrom.

Sejak mulai merawat sendiri baby di rumah, walaupun dibantu mama mertua, setiap kali baby bobo saya didera rasa deg deg an. Takut nanti baby kebagun lalu mengamuk dan saya nggak tau cara menghandle nya. 

I'm afraid that my baby who sleep peacefully rite now, will turn into uncontrolled cry monster when she's awake. 

sleep like a log


Rasa takut itu kemudian berubah menjadi rasa kesal saat baby bangun dan rewel -terutama malam hari- nangis kenceeeeeng plus susah buat didiemin. Padahal segala cara sudah saya lakukan. Disusuin udah, diganti diepernya udah, di lepas bedongnya biar bisa bergerak bebas udah, digendong sambil diayun udah, trus kamu maunya apa sih naaaak? #setres!

Pernah suatu malam, saking nggak tau lagi musti ngapain, saya sudah capek dan hilang akal, akhirnya si baby yang sedang tantrum itu saya tinggal sendirian di kamar lantai 2. kebetulan ayahnya lagi nggak ada. Saya biarin aja dia menangis kencang-kencang di atas kasur. Lalu saya turun ke lantai 1. Duduk duduk santai kayak di pantai. Tapiiiii kemudian saya sadar, kok saya tega banget siiiiiih?! Dia kan cuma anak baby, yang nggak bisa ngapa ngapain selain nangis, saya ini ibunya, dia cuma punya saya sebagai tempat berlindung, cuman saya yang bisa dia andalkan untuk membuat dia tenang. Saya lah orang satu satunya yang dia harapkan. Kok saya tega sih ninggalin dia sendirian???? 

Rasa kesal saya pun berubah drastis menjadi kesedihan hati. Saya langsung cepat cepat lari keatas. Saya gendong dan saya peluk erat erat bayi mungil saya. Ya Allah...ibun khilaf sayaaang. Maafin Ibun ya nak.... Maafin saya Ya Allah. Saya peluk anak saya sambil nangis. Saya teriak dalm hati. am I a bad mom?....saya emang nggak becus jadi ibu...

Setelah banyak banyak baca, I found the fact that babyblues is a NORMAL thing. Terutama buat ibu baru, nggak perlu khawatir. Ini adalah hal yang wajar. Data statistik menyebutkan bahwa 80persen ibu baru melahirkan mengalami babyblues. Biasanya hal ini akan hilang seiring dengan perkembangan usia bayi. Dimana semakin baby tumbuh besar, tangisan cranky nya akan  berubah menjadi ocehan dan tawa yang menggemaskan. indeed.

kalo lagi ngoceh ngoceh sendiri, si baby ngegemesin bangetttt


Saya sendiri nggak tau saya kenapa. Ada rasa kalut carut marut yang nggak bisa dijelaskan.
Saya kemudian curhat ke Airen kalo sekarang ini saya suka ngerasa sedih, pengen nangis terus. Saya kerap minta airen pelukin saya sambil saya nangis di pelukannya. Tiap Airen tanya saya kenapa saya selau bilang "nggak tau, lagi pengen nangis ajah, kamu pulang kerjanya jangan malem malem ya...aku takut". Saya kemudian memberikan beberapa artikel perihal babyblues ke airen, dan nyuruh dia buat baca. Nggak seperti dugaan saya bahwa dia akan antusias membaca dan jadi worry sama saya, Airen hanya membaca artikel tersebut sambil lalu. Seakan akan itu bukan masalah serius dan justru saya yang  terkesan lebay membesar besarkan perasaan takut nggak jelas yang saya rasakan. ih, bete bangettt sayah! hiks!

Ternyata, airen malah memberitahukan hal tersebut pada mama nya. aka mama mertua saya. Jadi dobel deh bete-nya. Karena setelahnya saya diceramahi panjang kali lebar kali tinggi. Belom lagi, perihal saya kena babyblues ini oleh beliau kemudian disebarkan ke sodara sodara saya lainnya. duuuuh gusti! saya merasa ini aib saya, kok diumbar umbarrrrr siiih, kan malu! ugh, muka airen pengen langsung saya cakar cakar! Saya kan cuman curhat ke dia doang supaya saya merasa plong, eeeeh malah disebar luaskan. dasar anak mami! #toyorrr


Setelah saya observasi, kayaknya beberapa hal ini deh yang memicu saya depresi ga jelas akibat baby blues:

1. new mom. 
wajar banget, karena saya baru pertama kali jadi ibu, sehingga banyak hal terkait per-bayi-an yang masih belum saya tahu. feel clueless sometimes.

2. saya tinggal di mertua indah.
 Walaupin sebenernya mertua saya ini baik hati, tapi yaaaaa tetep aja rasanya nggak kayak nyokap sendiri. kadang ada aja sih hal-hal yang kurang sreg dihati.

3. too much googling. 
Banyak baca segala informasi yang terkait sama bayi sebenernya bagus, tapi kemudian hal itu jadi blunder ketika saya nggak bisa mendapatkan kondisi ideal sesuai dengan informasi yang saya baca. misalnya, idealnya bayi newborn tidur sekitar 18 jam, tapi kemudian anak saya susah bobo, kalo ditaro di tempat tidur dia pasti bangun, mau nya digendong dan bobo nya nggak sampe 18 jam dan saya jadi setres sendiri karena takut pertumbuhab anak saya terganggu akibat jam bobo nya dikit. Contoh lain adalah hasil googling menyebutkan kalo baby sebaiknya jangan dipakein gurita, I'm definetely agree with that tapi disisi lain saya nggak kuasa buat ngelarang mamer makein gurita ke bayi saya, walaupun saya udah bilang kata dokter nggak boleh karena akan mengakibatkan bla bla bla..... yang pada akhirnya omongan saya tetep aja nggak digubris dengan alasan nanti perutnya jadi gendut dan dari jaman dulu semua anak dipakein gurita juga gak masalah. oke silakan, saya kalah. padahal kan anak saya, harusnya semuanya terserah ortu nya. hiks! (ya udah deh silakan diguritain, jalan tengahnya adalah nanti klo pas nggak ketauan guritanya saya longgar longgarin. ssttt jangan bilang bilang!). Kondisi nggak ideal beginilah yang juga memicu depresi.

4. terpenjara 40 hari 
Nggak boleh keluar rumah. Yak, saya mengalaminya. sebenernya ini mah produk jaman dulu banget. udah oldschool. Tapi bokap nyokap mertua saya masih menganut paham jadul  ini. jadilah saya boooosaaaaaan berlumut. pengen menghirup udara luar. pengen ke mol....hahahaha

5. ga punya pembantu. 
Berasa semua urusan domestik pengen saya kerjain. namun disisi lain si bayi ditinggal nyuci sebentar aja udah bangun lagi terus nangis minta mimik. boro boro deh, kadang malah pipis aja nggak sempet! weks!

Informasi yang say dapet, babyblues itu banyak tingkatannya. alhamdulillah saya mengidap yang kadarnya masih ringan. kalo udah akut, konon katanya bisa sampe bunuh diri loh. ihhhh serem yaaaaa....

jadi, seperti pesan si emak kepada saya, untuk mengatasi babyblues adalah dengan DILAWAN! tepis lah rasa depresi ini. tapi kalo emang kadarnya udah akut, please find an expert to help ya buibu....



Berikut adalah tips yang personally saya lakukan buat meringankan si sindrom bayi biru ini:

1. tanamkan dalam hati bahwa babyblues adalah hal yang normal dan wajar dialami ibu yang baru aja melahirkan

2. you are not a superhero. nggak semua kerjaan terutama kerjaan domestik rumah tangga bisa kita selesaikan sendiri. carilah bala bantuan, kalopun mentok biasakanlah mata kita untuk melihat tumpukan baju kotor, dapur berantakan, dll. jangan dipikirin! 

3. minta suami buat beliin setumpuk dvd komedi romantis ato film serial kesukaan. biar kegiatan menyusui gak membosankan. tapiii jangan beli film yang serem ato berdarah darah yaaa usahakan cari film yang bikin kita happy terussss

4. chatting ato teleponan sama temen ngebahas hal yang seru seru. update gosip kantor bisa sejenak melupahkan perasaan sedih ga jelas yang diderita. 

5. online shopping. instantly works. 100%guarantee...hahaha

6. anjing menggonggong kafilah berlalu. tutup kuping dari omongan orang yang nggak sreg dihati kita. "bodo amat deh lo mau ngomong apeeee"

7. me time! gak perlu yang pergi jauh jauh. berlama-lama mandi air anget, bersih bersih diri aja somehow udah cukup kok

8. jurus pamungkas: nge-mol. atau bahkan nonton bioskop sekalian. ga bisa ninggalin bayi? bawa ajaaaaa kayak cerita disini. inspiring nih hehe

udah yaaaa itu aja cerita babyblues saya. semoga sindrom ini segera pergi jauh jauh. hush hush hush....!

Ibuuun... jangan sedih sedih terus yaaa...

Sunday, November 17, 2013

Dilemma : Jadul vs Modern

haha!!

Ini nih dilemma para emak emak muda vs nyokap, mama mertua, tante, bude, bahkan eyang dan para tetua lainnya.




Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang makin sophisticated serta banyaknya penelitian penelitian baru terkait dengan pertumbuhan bayi sudah pasti paham paham jadul yang terbukti tidak baik seharusnya ditinggalkan.

Tapiiiii.... penerapannya nggak semudah itu. Challengnya justru dateng dari orang orang terdekat kita yang merasa "tau baget" cara terbaik mengurus bayi. padahal, kalo melihat update informasi terbaru, cara yang mereka terapkan itu justru berbahaya buat baby.

terus gimana doooong?

Coba untuk berargumen? pasti!!! kasi pengertian dengan cara halus? iya!!!! kasi semua bacaan bacaan yang ada di buku dan internet? tentu saja!!! ajak ke dokter anak serta klinik laktasi? udah doooong!!!

hasilnya? 
Sama ajah beybeh. Tetap stick dengan beragam informasi jadul yang emang udah melekat lengkeeet banget di kepala mereka.
justru, mereka malah mempertanyakan "kenapa sih dokter dokter sekarang gak kayak dulu. apa apa serba nggak boleh. heran....kan kasian anak anak bayi sekarang"
kalo udah gini? do'oooh...capcayyy dehhh #tepokjidat aja

Dari pada jadinya ribut dan bikin pertengkaran nggak sehat, saya berusaha untuk berkompromi dengan syarat selama hal yang dilakukan tersebut emang masih bisa dikompromikan. Toh, sebenernya mereka seperti itu karena perhatian plus sayang sama si baby kok. initinya, saya percaya mereka nggak akan mencelakakan anak saya. saya  berusaha menguatkan diri untuk bisa ikhlas lillahita'ala

ini kan baby saya ya, pasti most of time selalu nempel sama saya rather than sama orang lain, apalagi pas newborn saya masih dapet 3 bulan cuti puas puasin deeeh. nah kalo lagi sama saya sebisa mungkin saya optimalkan pengasuhan dan treatment sesuai standar saya. 

jadi jalan tengah yang saya ambil adalah:
1. bayi dipakein gurita. ya nanti kalo yang makein gurita udah pergi, dilonggarin aja guritanya
2. bayi dipakein bedak. umpetin aja bedaknya, ato bilang bedaknya abis
3. bayi dibedong. pelang pelan longgarin deh bedongnya
4. bayi di bobo in pake bantal bulet. pas yang bobo in pergi, miringin bobo si bayi, dan rutin di miringin kearah berlawanan tiap seteng jam atau sejam sekali biar kepalanya bulat sempurna. kalo ditanya, bilang aja bayinya yang miring miring sendiri. hihi
5. kalo siang ibu bayi nggak boleh tidur karena pamali. cuek tidur ajaaaa.... emangnya situ yang ntar malem begadang?!
6. kalo bayi mau dikasih madu. fyi, madu itu baru boleh umur 1 tahun keatas. harus ditolak dengan tegas!! minta dukungan suami.
7. kalo bayi mau dikasih empeng. this is nightmare!!!! kasih sugesti ke bayi dengan bilang empeng itu nggak enak, enakan mimik ibun. lakukan berulang ulang jangan bosan. and trust me it works! sudah saya buktikan. anak saya begitu dikasih empeng sama eyangnya langsung dilepeh. yeaaaayyyy!!!
8. kalo kita disuru minum obat pas anak kita sakit, dengan alasan biar khasiat obatnya terminum oleh baby lewat asi. bilang aja "iya". senyumin orang yang ngasih nasihat
9. kalo dibilang asi kita kurang karena kok anaknya ngempeng melulu atau nangis melulu. bilang aja "nggak kok". kasih liat langsung ato lewat foto stok asip kita di kulkas, atau botol hasil perahan kita semaleman (walaupin tadi malem merahnya dicicil sedikit sedikit kan lama lama juga bisa sebotol penuh hoho)
10. kalo dibilang kok anaknya kurus banget, tambahin susu formula. Menurut saya, selama berat badan anak kita kalo di plot di growth chart masih oke, dont worry. bilang aja itu genetik, liat aja papa nya langsing, eyangnya langsing (walaupun mama nya ndut #tutup muka)
9. dll semacamnya.
buat saya somehow kita juga harus bisa bertoleransi selama emang hal tersebut toler-able. nggak perlu terlalu strict sama idealisme kita. karena kalo nggak gitu, kita akan stress dan depresi. babyblues pun nggak akan ilang ilang. asi pun bisa jadi seretttt






tetap semangat memperjuangkan yang terbaik buat anak anak kita ya, mommies
cheers!

Monday, September 30, 2013

cuss PULANG!!! Yeayyyy!!!

Sabtu, 8 Desember 2013

Pagi pagi airen udah duluan berangkat ke rs buat ngasi susu yang tadi malem buta saya perah. he's definetely ayah asi sejati! Tampaknya, doi udah jadi primadona di kalangan suster suster di RS. Menurut pengakuannya, sih...begitu dia buka pintu Perina dan teriak "susssssuuuu...." para suster langsung ngerubungin. halah....ternyata modus yaaaaaa ayahhhh kamu mau sekalian ngecengin suster suster kece disana!

Saya nyusul ke rs jam 9. Karena emalem bobo saya lebih nyenyak dibanding malem malem sebelumnya, saya merasa pagi ini badan sudah enakan. Begitu ketemu adek, ternyata dia langsung nemplok nyusu tanpa perlawanan. Horeeee!  Adek pun udah dipindah di box biasa, nggak di dalam inkubator lagi. Alhamdulillah... duh, pagi ini dunia rasanya indaaaaah sekali.

Jam 11 jadwalnya adek diambil darah untuk kesekian kali. Semoga ini yang terakhir ya, mudah-mudahan nanti hasilnya sudah normal dan kami bisa langsung boyingan pulang. SEJUTA AMIN!!!!

So, gimana nasib persusuan adek baby? buah dari keikhlasan saya semalem alhamdulillah adek hanya sekali dapat susu formula tambahan.

Dan pagi ini, baby kecil di samping box adek udah siap siap mau pulang. Mamanya dibekalin gendongan kangguru sama suter. Informasi baru buat saya nih, jadi ternyata dengan menggendong seperti kangguru, bayi prematur akan selalu mendapatkan hangat pelukan ibu seperti dalam kandungan. Hal tersebut berguna untuk memaksimalkan pertumbuh baby. See yaa again baby mungil, Sehat selalu ya... doakan baby Gendhis juga cepet menyusulmu pulang ke rumah.

So, tinggalah saya berduaan dengan baby cantik kepunyaan saya di ruangan ini. Feel so lonely, ga punya teman senasib seperjuangan lagi deh.

--------------------------------------------------------------------------------------------

Detik demi detik menggelayut bak siput. Ada sisi positif dari semingguan saya di RS yang belakangan baru saya sadari. Konon katanya nih, 40 hari pertama adalah hari hari paling melelahkan sebagai ibu baru karena proses "begadang jangan begadang" adek baby sedang super intens. Bagi saya, berarti sudah dapet diskon  seminggu karena begadang dan rempongnya udah digantiin sama suster suster baik hati. meskipun di rumah tidur saya juga ga nyebyak siiih. 

Hal lain adalah karena sering merhatiin suster suster tersebut bekerja, secara nggak langsung saya jadi ngerti gimana cara yang bener makein diaper, ngebersiin pupu, makein bedong, gendong baby, dan yang paling pentiiiiing adah saya dapet panduan intensif posisi serta cara menbyusui yang benar. Hint! Menyusui di pd kiri itu ternyata posisinya lebih gampang dibanding yang kanan. Lebih nyaplok gitu mulutnya si bayi. Again, karena saya mamah muda kece yang panikan dan gampang cranky, kalo adek Gendhis lagi nangis disini banyak suster yang bantuin saya buat nenangin adek.

Finally!!! jam 4 sore hasil tes darah adek baby keluar. Kebetulan juga dsa adek dokter Eva something lagi praktek disini dan bisa visit. Alhamdulillaaaaaahhh hasilnya bagus. Bilirubin sudah normal! #sujudsyukurtiuplilinbikinslametan. Setelah berkonsultasi dengan dokter, adek baby diijinkan pulang. "nah, kalo gini kan saya enak mulanginnya" kata si dokter. preeeet!!

Selanjutnya adek dipersiapkan buat ditindik (nyokap saya udah spesial nyiapin anting bayi). Prosedur selanjutnya seblum pulang adalah baby mendapatkan imunisasi Hepatitis B dan Polio. Kemudian dilanjutkan dengan deafness test (pemeriksaan pendengaran). Tapi, hasilnya baru bisa dimabil minggu depan pas kontrol. Mudah mudahan hasilnya juga bagu ya.

"Terussss kapan dong foto newborn nya? Kok ga ada tanda tanda deeeh?" tanya saya dalam hati. Namun, saya terlalu malu buat nanyain, takut nanti dikira emak norak yang keganjenan anaknya mau difoto (padahal mah emang iyaaaa hahahaha) nyokap saya bahkan sampe nanya, "Mana, katanya mau difoto?" hihihi. Ah, sudahlah, ga difoto juga gak papah yang penting adek cuss pulang ke rumah. Yeay! #jogedpisang

Sebeum officially pulang, saya dan airen di berikan brief do and donts mengenai tata cara merawat bayi. Awanya cuman saya doang yang mau dijelasin, tapi lalu saya minta susternya supaya Airen dibolehin juga untuk mendengar penjelasan beliau. Biar dia ngerti juga, agar nantinya kami bisa jadi team yang solid buat mengasuh baby Gendhis.


Nanti saya share di postingan selanjutnya yaaaahhh apa aja do and donts-nya. Dadah Dadahhhh saya mau puk pelukan ama baby dulu aaahhh....

baby udah pindah ke box biasa

baru lahir kuku nya udah panjaaaaang... ga ada salon di dalem perut ya?